Tri Rismaharini Marahi Bocah yang Ketahuan Ngelem, Sang Nenek Pingsan, Tonton Videonya!

Tribunewow Dipublikasikan 06.29, 20/11/2018
Walikota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T (55) (Tribunnews.com/Richard Susilo)

TRIBUNWOW.COM - Satpol PP Kota Surabaya kembali menangkap lima anak remaja yang kedapatan menghirup lem agar bisa merasakan sensasi lem, Senin (19/11/2018).

Anak-anak remaja yang seusai asyik fly lantaran menghirup lem fox itu dilaporkan warga kawasan Banyu Urip melalui Command Center 112.

Mereka yang hampir semuanya masih usia SMP itu yaitu RH, FK, JH, AF dan JR itu kedapatan menghirup lem fox yang sudah dibungkus plastik dan disedot menggunakan hidung dan mulut.

Begitu didatangi Satpol PP Kota Surabaya kelima anak itu dibawa ke markas dan ditangani terpadu.

Mereka dihadapkan kepada psikolog, dan dilakukan tes kesehatan dan kandungan narkoba.

Dua di antara lima anak itu positif ada kandungan amphetamin saat dilakukan tes.

Belakangan anak tersebut diketahui kerap mengonsumsi double L.

"Sudah tiga kali menghirup lem. Rasanya pusing, badan jadi terasa ringan," kata RH.

RH juga mengaku bahwa lem fox itu dibeli oleh salah seorang temannya. Dan dibagi ke sejumlah plastik untuk dihirup.

"Ya dihirup sampai habis. Nanti rasanya pusing, fly," katanya.

Kasus anak remaja yang gemar menghirup lem ini menjadi perhatian khusus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Siang tadi Risma langsung menyambangi kelima remaja tersebut di markas Satpol PP.

Risma mengajak dialog lima remaja itu.

Mulai dari mana mereka berasal, bagimana awal muda menghirup lem, dan apa tujuan mereka menghirup lem.

Tak ketinggalan Risma juga mencoba menggali informasi dan background keluarga kelima anak tersebut.

Tujuannya agar Risma bisa menentukan treatment penanganan anak-anak yang gemar menghirup lem itu.

"Kamu sudah berapa lama suka menghirup lem?" tanya Risma.

Sang nenek pingsan

Risma menasihati anak-anak korban ngelem di kantor Satpol PP Kota Surabaya usai tim Odong-odong menangkap lima anak sehabis ngelem.

Tampak Walikota yang akrab disapa Risma itu menanyai dan menasehati satu persatu anak-anak tersebut.

"Tatap mata ibu (Risma), untuk apa kamu ngelem?," tanya Risma.

Suasana haru terlihat di lokasi, usai terdapat mediasi antara Risma, kakek nenek dengan anak-anak.

Bahkan, nenek dari salah satu anak tersebut sempat pingsan lantaran anak tersebut disuruh bersujud oleh Risma, ke kaki kakek dan nenek dari anak itu.

Pagi tadi RH dan kawan-kawan itu diciduk Satpol PP lantaran dilaporkan warga di Command Center ngelem alias menghirup lem agar mendapatkan sensasi nge-fly.

Kelima remaja ini langsung diamankan di markas Satpol PP untuk mendapatkan pengarahan dan efek jera.

Tidak tanggung-tanggung, yang memberikan pengarahan kepada mereka adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

RH sampai dibuat menangis oleh Risma lantaran ngelem bersama teman-temannya.

Tampak di meja ruangan Satpol PP itu sebuah kaleng lem fox yang sudah kosong dan lima buah plastik yang di dasarnya berisi lem merk fox.

Pada Risma dan juga sejumlah media yang meliput, RH dan teman-teman sempat memperagakan bagaimana ia dan kawan-kawan menghirup lem sampai mabuk dan merasakan sensasi "fly" alias terbang.

"Baru tiga kali ini. Saya sama teman-teman awalnya mau ke luar kota nonton Persebaya. Terus diajak teman ngelem," kata RH.

Lem itu dibeli oleh teman mereka yang berhasil lolos dari kejaran Satpol PP. Lem itu lalu dibagi dan dihirup sampai habis. Namun belum sampai kering lem dalam plastik, beberapa dari mereka sudah teler dan diciduk oleh Satpol PP.

"Rasanya ya pusing. Lalu kaki terasa ringan. Itu yang dirasakan kalau ngelem," kata RH.

Sang nenek yang mendengar pengakuan RH saat ditanyai Wali Kota Risma itu bahkan tak kuasa menahan tangis.

Risma sempat memaksa agar RH mengaku salah dan mau meminta maaf pada sang nenek dan mencium kakinya.

Namun belum sampai RH melakukan itu, nenek RH sudah pingsan duluan.

Dialog Risma dengan anak-anak berperilaku menyimpang juga dilakukan ke anak-anak yang lain.

Dialog itu dilakukan secara terbuka dan personal di ruang khusus maupun di ruang terbuka.

"Apa enaknya ngelem, katanya ringan. Emang kamu nggak punya kaki, atau nggak kuat menyangga badanmu sendiri ya?" hardik Risma pada anak-anak tersebut.

JH, siswa kelas 8, akhirnya mengaku bersalah lantaran lama tidak sekolah, membolos dan ngelem bersama teman-temannya.

Anak ini mengaku penggemar Persebaya dan ingin nonton bola ke Bali. Namun anak-anak remaja yang nyaris putus sekolah itu lalu terpengaruh temannya yang lain dan ramai-ramai menghirup lem.

"Sekarang ya masih ngantuk, pusing," kata JH.

Dari dialog dengan Risma, terungkap bahwa JH tersebut memang memiliki masalah keluarga.

Ayah dan ibunya ekonomi keluarganya goyang lantaran pekerjaannya kurang memadai.

Bahkan JH sering bolos dan nyaris tidak bisa ikut ujian nasional.

"Sudah, kamu nggak usah khawatir. Pokoknya Ibu ingin kamu kembali sekolah, ibu ingin kamu punya ijazah. Nanti ibumu dan ayahmu akan ibu carikan pekerjaan, bisa di puskesmas," ucap Risma.

Lantaran senang, JH bahkan sempat bersujud di bawah kaki Risma untuk berterima kasih dan meminta maaf lantaran mengaku salah.

Sementara itu, Risma menegaskan bahwa dari dialog yang ia lakukan untuk pendalaman kasus ini, menurut Risma ada dua masalah yang menjadi akarnya.

Pertama dampak dari lokalisasi Dolly, dan kedua dari masalah putus sekolah.

"Jadi penanganan masalah ini tidak bisa hanya anaknya saja. Tapi juga keluarganya. Makanya tadi saya tanya orangtuanya kerja apa, yang nggak punya pekerjaan biar ikut kita, karena anaknya kan juga butuh nyaman termasuk di rumah," kata Risma.

Dari kelima itu, dua anak sudah putus sekolah. Risma mengatakan dua anak itu akan diambil alih untuk masuk ke pendidikan non formal. Sedangkan yang lain sudah dikomunikasikan dengan sekolah agar diterima kembali di sekolah.

Menurutnya anak yang putus sekolah memang rawan terkena masalah.

Sebab mereka tidak punya kesibukan sehingga mencari kegiatan untuk pelampiasan.

Dampak buruknya bisa mempengaruhi anak lain untuk berbuat tidak baik.

"Ada yang konsumsi double L, kita akan sembuhkan dulu. Saya tawarkan juga untuk tinggal di Kampung Anak Negeri supaya kalau dia punya bakat bisa dikembangkan," ucap Risma.

View this post on Instagram

Gara2 bocah “ngelem” Bu @trirismaharini sampe dramatis ngono rek 😢 Eyange sampe pingsan😭 terharu nontone . . #trirismaharini #burisma #risma #walkotrisma #walikotarisma #rismawalkotku #burisma #walikotasurabaya #surabayaku #updatesurabaya #infosurabaya #kabarsurabaya #surabayaupdate

A post shared by Tribun Jatim (@tribun_jatim) on Nov 19, 2018 at 1:50am PST

Artikel Asli