Trending topic: Raja Thailand cabut gelar selir, asosiasi dagang India hukum Malaysia

Kontan.co.id Dipublikasikan 23.39, 21/10/2019 • Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut sejumlah topik yang menjadi trending di Kontan.co.id:

Raja Thailand cabut gelar selir

Raja Thailand Maha Vajiralongkon mengumumkan pencopotan gelar kerajaan dan pangkat militer dari sang selir Sineenat Wongvajirapakdi karena tidak loyal.

Pengumuman itu datang hanya beberapa bulan setelah Sineenat mendapat gelar Chao Khun Phra atau Selir Kerajaan pada akhir Juli lalu, bertepatan dengan ulang tahun Raja Vajiralongkorn ke-67.

Mantan perawat kerajaan berusia 34 tahun sekaligus jenderal bintang dua ini menjadi perempuan pertama yang mendapat gelar Chao Khun Phra dalam 100 tahun terakhir.

Sineenat telah melanggar kode etik anggota Kerajaan Thailand. Dan, "Tidak setia kepada Raja," tulis Istana dalam sebuah pernyataan sepanjang dua halaman, Senin (21/10), seperti dikutip Reuters.

Baca selengkapnya

SS Kurniawan

Tokopedia bakal gelar IPO

Tokopedia sudah menyiapkan rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sejak jauh-jauh hari. Perusahaan e-commerce yang akan bertransformasi menjadi super ecosystem tersebut bakal membuka peluang masyarakat Indonesia untuk menjadi pemegang saham dengan skema IPO ini.

"Tokopedia pastinya akan melantai di bursa saham. Harapannya, setiap masyarakat Indonesia, termasuk para pengguna, penjual dan mitra Tokopedia berkesempatan untuk turut memiliki Tokopedia," ujar Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia kepada Kontan.co.id, Senin (21/10).

Baca Juga: Ini rencana Tokopedia sebelum melakukan dual listing

Rencana ini sudah dipetakan dan disiapkan sejak jauh-jauh hari. Namun, Nuraini belum merinci kapan eksekusi rencana tersebut bisa dilakukan. Yang jelas, Tokopedia akan menerapkan manajemen dan tata kelola yang lebih baik ke depannya.

Selengkapnya di sini

Andy Dwijayanto

 

Asosiasi dagang India hukum Malaysia

Asosiasi perdagangan minyak nabati India meminta para anggotanya untuk berhenti membeli minyak kelapa sawit (CPO) dari Malaysia. Ini sebuah permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang bertujuan membantu New Delhi menghukum Malaysia karena mengkritik India atas kebijakannya terhadap Kashmir.

Arahan Solvent Extractors Association of India (SEAI) tersebut menunjukkan, bagaimana sentimen nasionalis bisa memengaruhi bisnis internasional, dan merupakan pukulan besar bagi Malaysia, produsen dan pengekspor CPO terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

India merupakan tujuan ekspor terbesar ketiga Malaysia pada 2018 lalu untuk minyak sawit dan produk-produk turunannya, dengan nilai 6,84 miliar ringgit (US$ 1,63 miliar). Minyak nabati berkontribusi 2,8% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia tahun lalu dan 4,5% dari total ekspor.

Sila simak kelanjutannya

SS kurniawan

Artikel Asli