Trending Topic Ade Armando, Berawal dari Webinar Pemakzulan Presiden

Trending Now! Dipublikasikan 02.50, 02/06
Photo by Unsplash/thoughtcatalog
Photo by Unsplash/thoughtcatalog

Nama Ade Armando tengah menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Pasalnya, dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut mengunggah sebuah pernyataan dalam Facebooknya yang dianggap bernada provokatif dan menyinggung Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin.

Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah melayangkan somasi terhadap Ade Armando, atas unggahan di Facebooknya yang dianggap telah memfitnah Muhammadiyah serta mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Kata kunci Ade Armando ramai hingga masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia.

Pernyataan Ade Armando mengundah pro dan kontra di media sosial, warganet pun memberikan reaksi yang beragam terhadap kasus tersebut.

Warganet juga berharap agar adanya diskusi pihak Muhammadiyah dengan Ade Armando.

Dalam pernyataan di Facebooknya tersebut Ade meyayangkan Din Syamsuddin mencatut organisasi sekelas Muhammadiyah untuk isu pemakzulan Presiden Joko Widodo melalui webinar nasional bertajuk “Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19”. Webinar tersebut digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) dengan Kolegium Jurist Institute (KJI) pada Senin (1/6) secara daring.

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” tulis Ade dalam Facebooknya.

Ade Armando berdalih hanya menyatakan bahwa isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah, mengingat Mahutama (Masyarakat Tata Negara Muhammadiyah) menggunakan kata Muhammadiyah dalam nama resminya.

“Tapi kembali saya tekankan, saya tidak menuduh Mahutama berinisiatif menggulingkan Presiden, yang dilakukan Mahutama adalah menggulirkan isu pemakzulan Presiden. Dua hal tersebut jelas berbeda,” ujar Ade.

Dosen UI tersebut juga menyatakan baru memperoleh informasi bahwa acara itu sendiri sebenarnya tidak disetujui pimpinan Muhammadiyah.

Mengenai penyebutan nama Din Syamsudin, Ade mengaku bersedia mencabut pernyataan serta meminta maaf. Asalkan Din menjelaskan kepada publik lewat media massa alasan menuduh pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat masa pandemi korona dengan menggelar konser amal untuk COVID-19. Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI

Menanggapi pernyataan Ade Armando, Din Syamsuddin enggan untuk berkomentar. Menurutnya, hal tersebut hanya akan merendahkan harkat dan martabatnya, karena telah menanggapi pernyataan yang tidak berdasar serta bernuansa hasutan kebencian tersebut.

“Maaf saya tidak ada waktu menanggapi pernyataan seperti, karena tidak ingin merendahkan derajat dan martabat diri,” kata Din Syamsuddin. Informasi selengkapnya dapat dibacaDI SINI