Trending Bisnis: Tol Trans SumateraTak Layak, Hotel Melati Dijual

Tempo.co Dipublikasikan 23.47, 12/07 • Ali Akhmad Noor Hidayat
Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Trans-Sumatera rampung seluruhnya pada 2024.
Direktur Keuangan PT Hutama Karya(Persero) Hilda Savitri membeberkan kendala utama pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis pada Ahad 11 Juli 2020, dimulai dari kendala Hutama Karya dalam proyek tol Trans Sumatera, penempatan lulusan STAN ke pemerintah daerah hingga penjualan puluhan hotel melati di Jawa Barat.

Ketiga topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis. Berikut selengkapnya tiga berita bisnis yang trending tersebut:

1. Hutama Karya: Tol Trans Sumatera Tak Layak Secara Finansial

Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero) Hilda Savitri membeberkan kendala utama pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Menurutnya, kendala terbesar JTTS, yaitu proyek tidak layak secara finansial.

"Kendala terbesar dari proyek JTTS ini yang menjadi background kenapa Hutama Karya ditugaskan adalah karena proyek ini tidak layak secara finansial," kata Hilda dalam diskusi virtual, Sabtu, 11 Juli 2020..

Menurutnya, hal itu karena traffic yang ada di Jalan Tol Trans Sumatera ini berada jauh di bawahminimum traffic yang secara komersial. Dia mengatakan tol layak secara komersial jika volume trafficnya sekitar 25 ribu. Sementara yang ada saat ini semua di bawah 15 ribu bahkan sampai di bawah 10 ribu per hari.

Baca selengkapnya di sini

2. Kemenkeu Bakal Tempatkan Lulusan STAN ke Pemda dan Instansi Lain

Kementerian Keuangan dalam lima tahun ke depan bakal mengoptimalkan kontribusi peningkatan kualitas pengelolaan dan pengawasan keuangan negara di lingkup nasional. Caranya, dengan memperluas alokasi lulusan Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ke kementerian, lembaga, pemerintah daerah, atau instansi pemerintah lainnya.

"Lulusan PKN STAN TA 2020-2022 ini akan ditempatkan pada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, maupun instansi lain,"ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 Juli 2020.

Strategi tersebut sejalan dengan langkah Kemenkeu yang tengah menyiapkan menuju organisasi yang ramping, bersih, ramah lingkungan dan efisien dalam menjalankan tugas dan fungsinya mengelola keuangan negara. Rahayu mengatakan kunci utama penataan tersebut dengan pemanfaatan teknologi informasi yang masif dan optimal melalui pembangunan Enterprise Architecture (EA).

Baca selengkapnya di sini

3. PHRI: Puluhan Hotel Melati Hingga Bintang 5 di Jawa Barat Dijual

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar menyebut puluhan hotel yang terdiri dari hotel melati hingga hotel bintang lima di Jawa Barat dijual pemiliknya.

"Cukup banyak (hotel dijual), tapi sekarang ini nyari pembeli susah, pengusaha juga enggak punya duit," kata Herman kepada Bisnis, Minggu, 12 Juli 2020.

Bahkan, Herman menyebut harga hotel yang dijual di Jawa Barat menurun hingga 20-40 persen dari harga normal sebelum pandemi Covid-19. Namun, ia mengatakan investor pun belum melirik lantaran memang belum ada tanda-tanda Pandemi Covid-19 ini akan menurun.

"Sekarang susah, harga sudah dikatakan turun sampai 20-40 persen dari harga normal, dan itu (pembeli) pun susah," kata dia.

Artikel Asli