Tren wisata selama Covid-19

Alinea.id Dipublikasikan 16.33, 05/08/2020 • Hermansah
Tren wisata selama Covid-19
Wisatawan memilih destinasi wisata dengan lingkungan yang memiliki protokol kesehatan yang memadai

Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan lama menuju kebiasaan baru, dalam hal perilaku masyarakat, khususnya dalam berwisata.

Sehingga selama vaksin belum ditemukan, maka tren berwisata akan mendorong wisatawan memilih destinasi wisata dengan lingkungan yang memiliki protokol kesehatan yang memadai, termasuk hotel dan restoran sekitar tempat wisata.

"Tren wisata kini yaitu, wisata alam atau ecotourism, kearifan lokal, destinasi jarak pendek, atau travel domestik, destinasi yang bersih, aman, sehat, dan dengan protokol kesehatan," ujar Kapoksi Komisi X DPR Dewi Coryati, dalam Seminar Daring bertajuk “Adaptasi Kebiasaan Baru yang Sehat, Aman, dan Produktif Bagi Para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, Rabu (5/8/). 

Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Achmad Syahreza, memaparkan, bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan sehingga para pelaku usaha dan ekonomi kreatif harus dapat menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya. Tujuannya, untuk memudahkan dalam membangun rasa percaya dan aman bagi wisatawan.

"Sekarang ini, yang terpenting adalah membangkitkan rasa percaya sehingga wisatawan mau berwisata lagi tetapi tetap aman dari Covid-19," ujar Syahreza.

Oleh karena itu Kemenparekraf memastikan protokol kesehatan diterapkan dalam adaptasi kebiasaan baru oleh para pelaku usaha perhotelan dan restoran di tanah air.

Protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Enviromental Sustainability) yang diinisiasi Kemenparekraf, sangat penting diterapkan oleh pelaku usaha di bidang hotel dan restoran maupun konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, agar mempunyai persamaan langkah menuju kebiasaan baru. 

Artikel Asli