Tren Pencarian Tanah Melonjak 60 Persen Selama "New Normal"

Kompas.com Dipublikasikan 12.22, 16/07 • Hilda B Alexander
CHRIS J RATCLIFFE / AFP
Ilustrasi Rumah Dijual

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren pencarian tanah mengalami peningkatan signifikan selama masa new normal diberlakukan.

Menurut riset yang dilakukan 99 Group dalam kurun Mei-Juni 2020, pencarian tanah melalui portal properti yang dikelola 99 Group naik tajam sebesar 60 persen.

Hal ini sejalan dengan tren pencarian rumah tapak atau landed house yang masih menjadi primadona pencarian di antara tipe properti lainnya.

"Perubahan positif terjadi dari April ke Mei 2020. Kami menemukan kenaikan pencarian sebesar 60 persen. Sementara itu pada Juni, kenaikan masih terjadi sebesar 50 persen," tutur Country Manager 99 Group Indonesia Maria Herawati Manik dalam konferensi virtual, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Harga Rumah di Jakarta Lebih Mahal ketimbang New York dan Tokyo

Sayangnya, peningkatan pencarian ini tidak dibarengi dengan suplai tanah yang mengalami penurunan drastis sejak kurun Januari-Februari 2020 sebesar 90 persen.

Penurunan terus berlanjut hingga Februari-Maret sebesar 28 persen.

Sementara untuk permintaan dan suplai harga properti saat new normal, riset 99 Group menunjukkan tidak ada perubahan fundamental.

Properti dengan harga kurang dari Rp 300 juta paling banyak dicari, yaitu sebesar 30 persen.

Sementara itu dari sisi suplai, properti dengan harga Rp 2 miliar-Rp 5 miliar paling mendominasi dengan angka 22,5 persen.

“Berdasarkan riset pasar, tercatat bahwa tren suplai dan pencarian mengalami peningkatan konstan pada Mei ke Juni 2020. Hal ini menunjukkan bahwa asa terhadap sektor properti kian membaik,” ungkap Maria.

Oleh karena itu, Maria memastikan, bahwa Juni 2020 merupakan momentum kenaikan permintaan dan suplai properti.

Baca juga: Apartemen Mewah Para Sultan, Investor Asing, dan Daya Saing Jakarta

Sedangkan untuk lokasi properti yang paling banyak diincar pada masa normal baru adalah kawasan Jakarta Selatan dengan angka 19,5 persen.

Disusul Tangerang 16,5 persen, Bandung 15,2 persen, Jakarta Barat 9,4 persen, dan Jakarta Timur 8,9 persen.

Penulis: Hilda B AlexanderEditor: Hilda B Alexander

Artikel Asli