Tragedi Susur Sungai Sempor, Sri Sultan Hamengku Buwono X Minta Pimpinan Sekolah Bertanggungjawab

Kompas.com Dipublikasikan 06.08, 22/02 • Setyo Puji
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gunungkidul, Selasa (20/8/2019).

KOMPAS.com - Tragedi susur sungai yang dilakukan ratusan siswa di SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, membawa duka mendalam.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang datang ke lokasi pada Jumat (21/2/2020) malam, mengaku sedih dan prihatin.

Atas adanya musibah tersebut, ia juga meminta pihak penyelenggara mampu bertanggungjawab.

"Saya mohon pimpinan sekolah bisa bertanggung jawab atas musibah ini. Itu saja yang bisa saya sampaikan, dengan sangat sedih dan rasa prihatin," ungkapnya seperti dilansir dari Tribunjogja.

Baca juga: Tim SAR Temukan 2 Korban, Siswa Susur Sungai yang Tewas Jadi 9 Orang

Sri Sultan tak habis pikir kegiatan susur sungai yang digelar pihak penyelenggara.

Pasalnya, kegiatan tersebut harus digelar saat musim penghujan seperti saat ini.

"Saya juga prihatin, kenapa justru musim hujan ada aktivitas menyusuri sungai," tegasnya.

Koordinator Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengatakan, hingga siang ini tim gabungan kembali berhasil menemukan dua korban siswa yang hanyut di Sungai Sempor.

Dua korban yang ditemukan di daerah DAM Lengkong dan DAM Polowidi tersebut berjenis kelamin perempuan.

Korban langsung dilakukan evakuasi ke Puskesmas Turi untuk dilakukan identifikasi.

 

Dengan kembali ditemukannya korban tersebut, tercatat hingga saat ini jumlah korban tewas dalam musibah tersebut menjadi 9 orang dan satu korban belum ditemukan.

Saat ini Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

Sementara itu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), identitas korban tewas yang berhasil ditemukan antara lain:

1. Sovie Aulia (8C/Perempuan/15th/Klinik SWA) da. Sumberejo Rt.22 Rw.6, Kaliurang, Srumbung, Magelang. Sudah dibawa pulang keluarga ke Magelang;

2. Arisma Rahmawati (7D/Perempuan/13th/Klinik SWA-Pusk. Turi) da. Ngentak Rt.2 Rw.23, Tepan, Bangunkerto, Turi. Sudah dibawa pulang keluarga;

3. Nur Azizah (8A/Perempuan/15th/Klinik SWA) da. Kembangarum Rt.2 Rw.30 Donokerto, Turi. Sudah dimakamkan;

4. Lathifa Zulfaa (8B/Perempuan/15th/Pusk. Turi) da. Kembangarum Rt.4 Rw.33 Donokerto, Turi. Teridentifikasi DVI pukul.00.00 WIB;

5. Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah (7C/Perempuan/14th/Pusk. Turi) da. Karanggawang Rt.5 Rw.25 Girikerto, Turi. Diambil keluarga pukul. 21.00 WIB;

6. Evieta Putri Larasati (7A/Perempuan/13th/Pusk. Turi) da. Soprayan Rt.4 Rw.19 Girikerto, Turi. Sudah diambil keluarga pukul.21.36 WIB;

7. Faneza Dida (7A/Perempuan/13th) da. Glagahombo Rt.3 Rw.19 Girikerto,Turi.

Sumber: KOMPAS.com,Tribunjogja (Editor : Pythag Kurniati)

Editor: Setyo Puji

Artikel Asli