Toyota Sebut Bakal Ada Mobil Hybrid Produksi Lokal

Kompas.com Dipublikasikan 14.10, 17/11/2019 • Dio Dananjaya
CUTENK
Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga mobil hybrid yang awalnya masih terbilang mahal, kini semakin lebih murah. Toyota misalnya yang telah mengeluarkan model hybrid sejak 2009, saat awal keluar Prius hybrid bisa menyentuh Rp 1 miliar.

Namun banderol tersebut makin menurun, bahkan telah menyentuh Rp 500 jutaan. Tepatnya seharga Rp 523,4 juta untuk sebuah C-HR Hybrid.

Menurut Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy, aturan pajak kendaraan yang mengatur soal kendaraan elektrifikasi dapat memicu harga mobil hybrid di Indonesia semakin murah.

Baca juga: Perkenalan Teknologi Elektrifikasi Lewat Toyota Jamboree 2019

“Hybrid yang ada sekarang kan levelnya di harga Rp 500 jutaan, mungkin nanti kalau ada CO2 tax dua tahun lagi, harganya bisa turun di level Rp 400 jutaan,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara Toyota Jamboree 2019 (17/11/2019).

Ia mengatakan, rencana produksi mobil hybrid secara lokal juga jadi cara untuk menurunkan harga jual selain dari sisi pajak. Produk yang bakal dibuat secara lokal menurutnya harus memenuhi dua hal, punya volume besar dan berada di segmen yang cukup laris.

“Tapi kami sudah request ke prinsipal, dan rasanya mereka sudah komitmen dan info ke pemerintah juga bahwa ke depannya akan ada produk-produk elektrifikasi yang kami produksi di pabrik Toyota di Indonesia,” kata Anton.

Baca juga: 9 Mobil Toyota Digeber 1.000 Km, Jakarta-Surabaya

“Karena masih dalam studi dan kami lagi propose, segmen apa yang mungkin dan masih possible. Dari kami pasti sudah berikan banyak informasi, tapi memang belum ada respon lagi,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini Toyota telah memasarkan sejumlah kendaraan elektrifikasi. Mulai dari Camry Hybrid, Alphard Hybrid, C-HR Hybrid, dan yang paling terakhir Corolla Hybrid.

Anton juga menyebutkan bahwa penjualan model hybrid telah mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Dari sekitar puluhan unit pada 2009, menjadi ribuan pada akhir 2018.

“Saat ini sudah di angka 1.000-an unit dalam satu tahun,” ujar Anton.

Penulis: Dio DananjayaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli