Toshiba Diam-Diam Keluar dari Bisnis Laptop

Liputan6.com Diupdate 00.47, 10/08/2020 • Dipublikasikan 00.47, 10/08/2020 • Iskandar
Toshiba DynaPad
Toshiba DynaPad. Foto: Blog resmi Windows

Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari industri komputer global. Toshiba diam-diam hengkang dari bisnis laptop, mengakhiri jangka waktu 35 tahun dengan mentransfer sisa saham minoritasnya dalam bisnis PC ke Sharp.

Dua tahun lalu, Toshiba menjual 80,1 persen saham bisnis PC-nya kepada Sharp seharga US$ 36 juta, dan Sharp mengganti nama divisi tersebut menjadi Dynabook.

Sharp menggunakan haknya untuk membeli sisa 19,1 persen saham pada bulan Juni, dan Toshiba merilis pernyataan pada 4 Agustus bahwa kesepakatan telah selesai.

"Sebagai hasil dari pengalihan ini, Dynabook telah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sharp," kata Toshiba dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir The Verge, Senin (10/8/2020).

 

Laptop Pertama Toshiba

Dokumentasi Pribadi

Perusahaan membuat laptop PC pertama pada tahun 1985: T1100 memiliki baterai internal yang dapat diisi ulang, floppy drive 3,5 inci, dan memori 256K.

Diwartakan ComputerWorld, sebelumnya eksekutif Toshiba tidak yakin dengan komputer portabel T1100, namun akhirnya diluncurkan dan mulai menjual T1100 dengan harga sekitar US$ 2.000.

 

 

 

 

Penjualan Menyusut

Sebagian besar yang dipecat bekerja di divisi lifestyle, dan diketahui memang bergerak memproduksi produk elektronik untuk konsumen.

Selama tahun 1990-an dan awal 2000-an Toshiba bertengger di antara produsen PC teratas. Meski semakin banyak pemain yang masuk ke pasar, namun dengan lebih sedikit fitur unik yang ditawarkan, laptop Toshiba semakin populer.

Menurut Reuters, pada saat menjual sahamnya ke Sharp, pangsa pasar PC Toshiba menyusut. Pada 2011, Toshiba menjual sebanyak 17,7 juta PC dan kemudian menyusut menjadi sekitar 1,4 juta pada 2017.

(Isk/Why)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Asli