Top 3 Tekno: Cara Ubah Smartphone Lawas Jadi Perangkat Lain Bikin Penasaran

Liputan6.com Diupdate 02.30, 10/08 • Dipublikasikan 02.30, 10/08 • Iskandar
Ilustrasi pengguna smartphone
Ilustrasi pengguna smartphone. Dok: androidauthority.com

Liputan6.com, Jakarta - Berbekal sedikit trik dan waktu luang di kala WFH, smartphone lawasmu dapat disulap untuk mendukung kebutuhan lain.

Informasi ini bikin penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (9/8/2020) kemarin.

Berita lain yang juga populer adalah gim Fall Guys yabg dalam waktu singkat meraup kessuksesan luar biasa. Hanya dalam waktu 24 jam meluncur di Steam dan PlayStation 4 (PS4), gim ini dimainkan lebih dari 1,5 juta pemain.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. 5 Cara Jitu Ubah Smartphone Lawas Menjadi Perangkat Lain

Kebijakan sejumlah kantor untuk menerapkan sistem Work from Home (WFH) tidak jarang membuat para pekerja mencari alternatif smartphone baru untuk menunjang kebutuhan aktivitasnya.

Ada beragam alasan untuk melakukannya, antara lain untuk mendukung kebutuhan kerja yang lebih baik hingga membutuhkan perangkat lebih mumpuni.

Namun setelah mendapatkan smartphone baru, tidak sedikit pengguna yang kebingungan menentukan apa yang harus dilakukan pada perangkat lawasnya.

Baca selengkapnya di sini

2. Fall Guys Lebih Populer ketimbang GTA 5 dan Fortnite

Fall Guys, gim buatan Mediatonic dan diterbitkan oleh Devolver Digital ini dalam waktu singkat meraup sukses yang luar biasa.

Hanya dalam waktu 24 jam gim tersebut meluncur di Steam dan PlayStation 4 (PS4) pada 4 Agustus 2020, Fall Guys dimainkan lebih dari 1,5 juta pemain.

Kini, gim berkonsep battle royale last man standing tersebut merangkak naik ke dalam daftar gim paling aktif pemainnya di waktu bersamaan.

Baca selengkapnya di sini 

 

3. Qualcomm Minta Izin ke Pemerintah AS Agar Dapat Jual Chipset ke Huawei

Snapdragon 865 Plus (Foto: Qualcomm)

Huawei baru saja mengumumkan Mate 40 akan menjadi smartphone terakhir Huawei yang menggunakan chipset Kirin. Keputusan ini diambil sebagai buntut pelarangan bisnis perusahaan Amerika Serikat dengan sejumlah perusahaan asal Tiongkok.

Dengan pelarangan itu, Huawei pun tidak bisa memproduksi chipset secara mandiri, sebab TSMC sebagai pembesut chipset Kirin tidak bisa lagi menggunakan peralatan dari perusahaan Amerika Serikat, seperti Lam Research dan Applied Materials.

Melihat kondisi tersebut, menurut laporan Wall Street Journal, Qualcomm pun mengajukan diri agar dapat menjual chipset pada Huawei. Karenanya, perusahaan tersebut meminta izin pada pemerintah Amerika Serikat untuk menarik larangan berbisnis dengan Huawei.

Baca selengkapnya di sini 

Artikel Asli