Top 3 Berita Hari Ini: Thai Airways Nyatakan Bangkrut, Bagaimana Nasib Tiket Penumpang yang Nilainya Capai Rp11 Triliun?

Liputan6.com Diupdate 16.00, 02/06 • Dipublikasikan 16.00, 02/06 • Henry
Ribuan Penumpang Terlantar di Bandara Suvarnabhumi Bangkok
Penumpang menunggu di loket tiket Thai Airways di Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok (28/2). Pembatalan penerbangan tersebut karena konflik yang memanas antara India dan Pakistan di perbatasan Kashmir. (AFP Photo/Lillian Suwnrumpha)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 Berita Hari Ini tentang bangkrutnya Thai Airways. Maskapai nasional Thailand itu menghentikan layanannya pada awal April karena krisis Covid-19. Sejak itu, maskapai tersebut tidak lagi bisa mengembalikan uang konsumen yang kepalang memberi tiket.

Thai Airways tidak bisa menawarkan refund saat ini seiring Pengadilan Kebangkrutan Pusat menerima permintaan maskapai ini untuk menjalani rehabilitasi di bawah hukum kebangkrutan Thailand pada Rabu, 27 Mei 2020. Nilai tiket yang tidak bisa di-refund diperkirakan mencapai 24 miliar Baht atau nyaris Rp11 triliun.

Pandemi memaksa Thai Airways menghentikan penerbangan. Berita kedua yang banyak diminati adalah tentang kamar tidur anak Dwi Sasono dan Widi Mulia.

Rumah mereka mengusung konsep eco friendly dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai material. Setiap sudut yang ada di rumah tersebut merupakan gabungan ide dari Dwi Sasono dan juga Widi Mulia.

Namun untuk masalah kamar anak, Widi memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk menentukan konsep desain kamar masing-masing. Berita ketiga yang banyak menarik perhatian adalah seputar Lion Air Group.

Maskapai yang terdiri dari Lion Wings Air dan Batik Air ini kembali melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional. Ini merupakan kali ketiga dalam sebulan terakhir mereka mengambil keputusan setop sementara penerbangan mereka.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Untuk itu, kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Thai Airways Nyatakan Bangkrut, Bagaimana Nasib Tiket Penumpang yang Nilainya Capai Rp11 Triliun?

Ilustrasi Thai Airways. (dok. Foto Mladen ANTONOV / AFP)

Thai Airways menyatakan bangkrut dan butuh rehabilitasi utang. Hal itu membuat para pemegang tiket gigit jari karena tiket mereka tak bisa digunakan.

Dikutip dari The Thaiger, Selasa (2/6/2020), maskapai nasional Thailand itu menghentikan layanannya pada awal April karena krisis Covid-19. Sejak itu, maskapai tersebut tidak lagi bisa mengembalikan uang konsumen yang kepalang memberi tiket.

Selanjutnya…

Desain Kamar Tidur Anak Dwi Sasono dan Widi Mulia, Unik dan Cerah

Rumah Dwi Sasono-Widi Mulia. (dok.Instagram @thesasonofam/https://www.instagram.com/p/BwmQ7uVF8eu/Henry

Rumah pasangan Dwi Sasono dan Widi Mulia termasuk berkonsep modern green living. Rumah ramah lingkungan sendiri mengacu pada desain yang dapat mencegah polusi udara, air, dan tanah. Rumah jenis ini biasanya memanfaatkan barang-barang daur ulang.

Konsep itulah yang jelas terwujud dalam rumah Dwi Sasono dan istri. Rumah mereka juga tak mengabaikan unsur estetika. Mereka mengusung konsep eco friendly dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai material.

Selanjutnya…

Kali Ketiga dalam Sebulan, Lion Air Group Kembali Setop Sementara Penerbangan

Pesawat maskapai Lion Air terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (16/5/2019). Pemerintah akhirnya menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat atau angkutan udara sebesar 12-16 persen yang berlaku mulai Kamis hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (IW) dan Batik Air (ID) kembali menyampaikan informasi terbaru. Mereka akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional, yang dijadwalkan mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut (until further notice/ UFN).

Keputusan Lion Air Group dengan pertimbangan atas evaluasi setiap pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya. Yaitu banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan udara disebabkan kurang memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen sebagaimana persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan selama masa kewaspadaan pandemi corona Covid-19.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Asli