Tol Layang Jakarta-Cikampek Mulai Dibuka Saat Liburan Natal

Kompas.com Dipublikasikan 23.22, 19/11/2019 • Ruly Kurniawan
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

BEKASI, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) berencana mulai mengaktifkan Tol Layang Jakarta-Cikampek (elevated) sepanjang 38 kilometer pada musim puncak Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Jalan dikhususkan untuk kendaraan kecil atau mobil pribadi.

Informasi ini sekaligus merevisi target operasional Tol Layang Jakarta-Cikampek yang semula dijadwalkan akhir November, jadi pertengahan Desember 2019.

Corporate Communications and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru Santoso, mengatakan, guna mengantisipasi lonjakan pengguna jalan di musim libur jelang akhir tahun, sudah sewajarnya Tol Layang Jakarta-Cikampek dibuka.

"Saat ini masih dalam penyelesaian, tapi kita harapkan bisa difungsikan saat Nataru (Natal dan Tahun Baru)," ujarnya saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Dikebut Beroperasi Akhir November

Menurut Heru, pembukaannya nanti masih dalam sosialisasi. Artinya, kendaraan yang melintas belum akan dikenakan tarif.

Namun, tidak semua jenis kendaraan bisa melewatinya. Sebab Tol Layang itu hanya dikhususkan untuk kendaraan golongan satu (1) atau kendaraan kecil dan mobil pribadi.

"Meskipun secara konstruksi bisa dilewati kendaraan bermuatan besar, kendaraan non golongan satu masih harus lewat bawah. Sebab tujuannya ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas," kata Heru.

Baca juga: Menerapkan Batas Kecepatan di Tol Layang Jakarta-Cikampek

"Jika kendaraan berat kondisinya masih belum berubah dari yang saat ini, masih sering melanggar aturan batas muat dan dimensi, tujuan adanya tol layang bisa jadi tidak terlaksana. Konstruksi jalannya ini kan menanjak, ditakutkan kendaraan berat tersebut sulit berjalan dan malah membuat antrean panjang," ujar dia.

Sembari berjalan, pihak Jasa Marga dengan Kementerian Perhubungan dan Polda Metro akan mentertibkan kendaraan over dimension and overload (ODOL). Sehingga diharapkan saat akhir tahun, lalu lintas bisa lancar dan tidak ada kecelakaan fatal.

"Terkait rencana adanya emergency exit, hanya berupa tangga untuk mengevakuasi korban kecelakaan atau sejenisnya. Kita juga siapkan tempat berhenti sementara di beberapa titik," katanya.

Penulis: Ruly KurniawanEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli