Tito Karnavian, Polisi Pertama yang Jadi Mendagri, Berharta Rp 10,2 M

kumparan Dipublikasikan 13.58, 23/10/2019 • Erandhi Hutomo Saputra
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Kehadiran Tito Karnavian di Istana Negara pada Senin (21/10) rupanya menjadi yang terakhir baginya menjabat Kapolri.

Setelah itu, Tito diberhentikan Jokowi sebagai Kapolri untuk menduduki posisi baru sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ia pun dilantik pada Rabu (23/10) ini menggantikan politikus PDIP, Tjahjo Kumolo.

Terpilihnya Tito menjadi Mendagri begitu istimewa. Sebab ia merupakan polisi pertama yang menjabat Mendagri. Selama ini jabatan Mendagri kerap disandang kader parpol atau purnawirawan TNI.

Sebagai pejabat negara, Jenderal Polisi itu tentu wajib melaporkan harta kekayaannya (LHKPN) ke KPK.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Tercatat ia dua kali lapor LHKPN. Pertama ia lapor pada 20 November 2014 dalam kapasitas Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran Kapolri. Saat itu ia melaporkan kekayaannya senilai Rp Rp 7.726.273.823.

Terakhir ia melaporkan LHKPN pada 17 Maret 2016. Ia melapor dalam kapasitas Kapolda Metro Jaya. Tercatat harta kekayaannya saat itu Rp 10.291.675.823.

Selain itu, tak ada lagi catatan LHKPN milik Tito di laman elhkpn.kpk.go.id.

Artikel Asli