Tips Raih Beasiswa Jasso untuk Kuliah di Jepang

Medcom.id Dipublikasikan 03.10, 10/08 • https://www.medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Jakarta:  Jepang menyediakan berbagai beasiswa untuk studi jenjang S1 maupun S2. Mulai dari beasiswa yang disediakan pemerintah Jepang maupun lembaga independen, salah satunya adalah Japan Educational Information Center (Jasso).

Education Advisor Jasso, Rinjani Hanani menyebutkan, Jepang memiliki daya tarik sendiri bagi orang yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Sebab, selain lingkungan yang mendukung untuk pendidikan, Jepang saat ini juga semakin terbuka dengan mahasiswa asing.

"Saat ini pun mahasiswa Indonesia yang studi di Jepang mencapai 6.277 orang dan yang paling banyak itu pascasarjana (S2)," ujar Rinjani dalam diskusi daring yang digelar Wish Indonesia Scholarship Program in Japan.

Syarat beasiswa yang disediakan Jasso juga tak terlalu sulit. Bahkan untuk calon mahasiswa yang ingin kuliah di negeri Sakura itu, tak perlu mahir berbahasa Jepang.

"Kamu bisa konfirmasi bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Inggris. Nanti, pihak Jasso memberikan optional memilih universitas yang bisa menggunakan bahasa Inggris untuk kuliah, misalnya di universitas Nagasaki," terangnya.

Baca juga:  IPK Nyaris Sempurna, Ini Tips ala Wisudawan Terbaik Unpad

Selanjutnya, calon mahasiswa diminta melakukan tes Examination for Japanese University Admission for International Students (EJU). Dalam tes ini, calon mahasiswa penerima beasiswa akan diujikan kemampuan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, dan kemampuan bahasa, baik itu bahasa Inggris maupun Jepang.

"Kembali lagi sesuai pilihan apakah menggunakan bahasa Inggris atau Jepang untuk tes di EJU ini. Jadi tidak perlu dua-duanya," imbuh Rinjani.

Meski begitu, kepemilikan nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL) sudah menjadi salah satu syarat wajib.  Skor yang diminta berkisar 71 sampai 80.

Setelah semua syarat terpenuhi, Rinjani menyebut, tahap selanjutnya ialah proses seleksi. Untuk seleksi ini pihak universitas di Jepang yang akan mulai mengambil alih.

"Jadi nanti calon penerima beasiswa akan dikasih dua pilihan universitas. Jadi universitasnya yang menentukan apakah akan menerima. Mereka punya standar dan proses seleksi masing-masing," ungkapnya.

Selanjutnya, calon mahasiswa tinggal melanjutkan studi. Rinjani mengingatkan, bahwa beasiswa Jasso memang menanggung biaya studi hingga biaya hidup selama kuliah, namun hal itu tidak berlaku pada bulan pertama.

"Beasiswa baru jalan di bulan ke dua dan seterusnya. Beasiswa Jasso tidak menanggung tiket pesawat dan biaya hidup di bulan pertama. Jadi penerima beasiswa harus mencari cara menyiapkan dana untuk satu bulan pertama itu," ungkapnya.

Untuk biaya hidup Jasso memberikan bantuan 80.000 yen dalam satu tahun. Uang itu menurut Rinjani sangat cukup jika calon mahasiswa bisa melakukan penghematan.

Artikel Asli