Tiongkok Diserang Penyakit Baru, Remaja Jatuh Sakit Usai Makan Marmot

Jawapos Diupdate 19.12, 06/07/2020 • Dipublikasikan 04.34, 07/07/2020 • Edy Pramana
Tiongkok Diserang Penyakit Baru, Remaja Jatuh Sakit Usai Makan Marmot

JawaPos.com – Pandemi virus Korona belum juga usai, Tiongkok menghadapi kasus penyakit lainnya. Jika Covid-19 ditularkan dari kelelawar, kali ini ada 2 kasus ditemukan setelah remaja jatuh sakit usai mengonsumsi seekor marmut mentah.

Dilansir dari Mirror, Senin (6/5), penyakit itu disebut dengan penyakit pes yang umumnya disebabkan oleh tikus. Wabah pes dikaitkan karena seorang remaja makan daging marmot mentah. Remaja laki-laki berusia 15 tahun itu pun dirawat di rumah sakit.

Pada Sabtu (4/7), Tiongkok membunyikan tanda siaga yang terjadi di wilayah otonomi Mongolia, tepatnya di Kota Bayannur. Wilayah itu diberi label peringatan tingkat ketiga.

Larangan perburuan dan makan hewan mentah yang bisa membawa wabah sudah diatur. Setiap orang diwajibkan melaporkan dugaan kasus wabah atau demam tanpa sebab yang jelas dan melaporkan setiap marmot yang sakit atau mati.

Dua orang meninggal akibat wabah di wilayah itu pada tahun lalu setelah tertular penyakit akibat memakan daging mentah marmot atau sejenis tikus.

Kasus saat ini, Pansoch Buyainbat, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun dari Ulaankhus soum di Mongolia dibawa ke rumah sakit setempat setelah makan daging marmot yang diburu oleh seekor anjing. Dia dilaporkan menderita demam tinggi.

Tak hanya remaja itu, tetapi ada juga 2 orang pria lainnya yang berusia 27 tahun dan saudara lelakinya, 17. Mereka berada di rumah sakit dan dalam kondisi stabil. Pansoch Buyainbat dan saudaranya dirawat di rumah sakit terpisah di Provinsi Khovd. Komisi kesehatan Kota Bayannur mengatakan pasien dalam kondisi stabil.

Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, mengatakan mengonsumsi daging marmot mentah selama ini dianggap sebagai obat tradisional. Namun marmot dikenal sebagai pembawa bakteri wabah. Menurut WHO, wabah pes merupakan penyakit bakteri yang disebarkan oleh kutu yang hidup di hewan pengerat liar dan dapat membunuh orang dewasa di bawah 24 jam. Peringatan kesehatan lokal terbaru di wilayah Bayannur akan berlanjut hingga akhir 2020.

“Saat ini, ada risiko epidemi wabah manusia menyebar di kota ini,” demikian pernyataan dari otoritas kesehatan setempat.

“Masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kemampuan perlindungan diri, dan segera melaporkan kondisi kesehatan abnormal,” kata WHO.

Tahun lalu, sepasang suami istri meninggal karena wabah pes di provinsi Bayan-Ulgii di Mongolia barat setelah makan daging mentah. Berita tentang wabah pes muncul dengan cepat setelah para peneliti Tiongkok khawatir akan potensi pandemi lain.

“Saat ini kita sedang terganggu dengan Coronavirus. Tapi kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi berbahaya, kita tidak boleh mengabaikannya,” tegas Prof Kin-Chow Chang, yang bekerja di Universitas Nottingham, kepada BBC.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli