Tinggal di Wuhan, Gadis Ini Rekam Teriakan Warga Bersahutan saat Malam Tiba di Tengah Wabah Corona

Tribun Style Dipublikasikan 01.51, 29/01/2020
Foto: Instagram @ayulrast

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang gadis Indonesia bernama Ayu yang kini tengah berada di Wuhan merekam suasana kota tersebut ketika malam tiba.

Ayu merupakan mahasiswi Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA yang sedang belajar di Wuhan, China.

Ayu bersama beberapa mahasiswi lainnya tengah berjuang untuk bertahan di kota yang sekarang terisolasi itu.

Meski berada di lokasi yang menjadi pusat wabah virus corona, Ayu dan teman-temannya bersyukur tetap dalam kondisi sehat.

"Terimakasih untuk teman-teman yg sudah menanyakan kabar kami yg sedang ada di Wuhan, kami mahasiswa indonesia disini alhamdulillah sehat semua, minta doa nya biar kami yg disini sehat-sehat sampe seterusnya ya

Buat mba mba akyuuu, pasti dah ga sabar seminggu lagi balik indo, huhu aku juga pengen," tulis Ayu dalam unggahan Instagram sekitar 3 hari yang lalu.

Di postingan yang lain, Ayu mengunggah video haru tentang semangat warga Wuhan melawan virus corona.

Saat malam tiba, warga Wuhan tampak berteriak-teriak saling menguatkan satu sama lain.

"MasyaAllah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21:15 ga sengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari masyarakat Wuhan yg bilang "武汉加油!" (Wuhan jiayou!) Yang artinya "Semangat Wuhan!" Seketika merinding, campur haru :')

Teriakan ini dilakukan untuk saling support satu sama lain, seluruh warga Wuhan, biar kita ngga ngerasa sendirian

Aku bener-bener kali pertama ngerasain pengalaman ky gini, Semangat Wuhan, semangat temen-temen Indonesia, jiayou!," tulis akun @ayulrast, pada Selasa (28/1/2020).

Lihat postingan ini di Instagram

MasyaAllah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21:15 gasengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari masyarakat Wuhan yg bilang "武汉加油!" (Wuhan jiayou!) Yang artinya "Semangat Wuhan!" Seketika merinding, campur haru :'))) . Teriakan ini dilakukan untuk saling support satu sama lain, seluruh warga Wuhan, biar kita ngga ngerasa sendirian😊 Aku bener-bener kali pertama ngerasain pengalaman ky gini, Semangat Wuhan, semangat temen-temen Indonesia, jiayou!❤❤❤ . Maafkan suara sy yg berisik.

Sebuah kiriman dibagikan oleh AYU (@ayulrast) pada 27 Jan 2020 jam 5:35 PST

Hingga artikel ini dibuat, video kondisi Kota Wuhan yang membuat merinding tersebut sudah di tonton lebih dari 73.4 ribu kali dan mendapat 809 komentar.

Beberapa netizen tampak memberikan semangat kepada mahasiswi Indonesia yang saat ini tengah berada di Wuhan tersebut.

yun***zahrah Semangat kak! Semoga selalu dalam lindungan Allah swt

sad***tidewi Jiayou…Semangat…Allah bersama kita semua nak…

vil***stm Take care kak, and Wuhan JIAYOU!!

zefa***christina Merinding. Wuhan jiayou!!!

fiaa***triii Merindinggg STAY SAFE KAA! semangat slaluu. Semoga Tuhan slalu melindungiiii. 

10 Negara Sudah Terinfeksi

Virus corona dikabarkan bisa merenggut nyawa banyak orang sehingga meresahkan warga dunia.

Pasalnya, sedikitnya sudah ada 10 negara yang terserang virus corona.

Penyebaran virus yang dibawa oleh binatang kelelawar dan ular itu pertama kali dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019 oleh Komisi Kesehatan Nasional China.

Memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang mematikan, virus corona ini termasuk berbahaya karena bisa menular dari manusia ke manusia.

Melansir dari laman Worldofbuzz, sudah sebanyak 26 orang meninggal dunia dan 800 lainnya dinyatakan terinfeksi virus corona.

"Kami belajar bahwa epidemi dapat dikendalikan tanpa obat-obatan atau vaksin, menggunakan pengawasan yang ditingkatkan, isolasi kasus, pelacakan kontak, PPE dan langkah-langkah pengendalian infeksi," kata Raina MacIntyre, kepala program penelitian biosekuriti di Kirby Institute, Universitas New South Wales.

Sementara itu, sudah ada 10 negara yang melaporkan kasus virus corona.

Dilansir Grid.ID dari laman Kompas.com, 10 negara tersebut yaitu, Tiongkok, Jepang, Taiwan, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Vietnam, Perancis, dan Nepal. (TribunStyle.com)

Artikel Asli