TikTok Hapus 24 Akun Propaganda ISIS

Merdeka.com Dipublikasikan 04.25, 24/10/2019
Ilustrasi TikTok. ©2019 theverge.com
Media sosial berbasis video pendek, TikTok, kembali mendapat kecaman. Pasalnya terdapat beberapa akun yang mempropagandakan ISIS ke penggunanya.

Media sosial berbasis video pendek, TikTok, kembali mendapat kecaman. Pasalnya terdapat beberapa akun yang mempropagandakan ISIS ke penggunanya.

Dilansir dari Wall Street Journal, Kamis (24/10) 24 akun itu berusaha merekrut anak-anak muda pengguna TikTok untuk menjadi bagian dari mereka.

Akun-akun itu diedit sedemikian rupa, sehingga anggota ISIS yang tampil di video itu tampak menarik untuk anak-anak muda, dengan menggunakan ikon-ikon bunga, bentuk hati, dan musik-musik menarik.

Bahkan dengan adanya upaya seperti ini, terdapat salah satu akun TikTok yang sudah memiliki lebih dari seribu pengikut.

Beberapa akun terafiliasi ISIS juga sempat mengunggah video korban yang dijadikan parade di jalanan, lagu ISIS, hingga orang-orang yang teriak bangga menjadi ISIS.

TikTok sendiri sebenarnya telah melarang akun-akun yang mengunggah konten yang terafiliasi dengan teroris. Namun algoritme TikTok untuk saat ini belum mampu mendeteksi konten terorisme.

Berbeda dari Facebook dan Youtube yang dapat mendeteksi konten terorisme secara langsung dan menghapusnya, TikTok baru menghapus 24 akun itu setelah Wall Street Journal memberi tanda flag pada akun-akun itu.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Keenan Pasha

Artikel Asli