TikTok Dijual, Twitter Terang-Terangan Ingin Kalahkan Tawaran Microsoft

SINDOnews Dipublikasikan 05.01, 09/08/2020 • Wahyu Budi Santoso
TikTok Dijual, Twitter Terang-Terangan Ingin Kalahkan Tawaran Microsoft
Ilustrasi TikTok. FOTO IST

Selain Microsoft, Twitter bernafsu ingin miliki TikTok. Twitter telah mengadakan pembicaraan awal untuk berpotensi bergabung dalam negosiasi untuk membeli TikTok.BACA JUGA - Gawat, NASA Sebut Rover Mars Perseverance Bermasalah di Luar Angkasa

Twitter, yang jauh lebih kecil dari Microsoft diprediksi lebih sulit untuk membayar kesepakatan tersebut, hanya Microsoft yang lebih maju dalam negosiasi.(Baca juga:Laris Manis di Tengah Pandemi, Huawei Halus Geser Samsung).

Namun karena ukurannya yang lebih kecil, Twitter beralasan bahwa tidak mungkin menghadapi tingkat pengawasan antitrust yang sama seperti Microsoft atau penawar potensial lainnya, kata orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut.

Twitter baru saja membuka negosiasi dengan ByteDance. Namun, Twitter tampaknya kesulitan karena harga TikTok cukup mahal. Nilai kapitalisasi pasar Twitter saat ini sekitar 30 miliar dolar AS, hampir menyamai nilai akuisisi TikTok.

Namun Menurut Erik Gordon, Profesor di University of Michigan, batas waktu akuisisi TikTok yang ditetapkan pemerintah AS tinggal kurang dari sebulan lagi. Sementara, penggalangan dana butuh waktu lama.

"Jika mereka mengumpulkan investor, syaratnya akan sulit. Pemilik saham Twitter lebih menginginkan manajemen untuk fokus pada bisnis yang sudah ada," ujarnya seperti dilansir dari The Sun Minggu (9/8/2020).

Namun, Silver Lake, salah satu pemilik saham Twitter, tertarik membantu pendanaan untuk mengakuisisi TikTok. Selain dana, Twitter juga relatif tak memiliki hambatan besar dibandingkan Microsoft, baik dari sisi regulasi maupun tekanan bisnis.

Baru-baru ini, Presiden Trump mendukung penuh rencana Microsoft mengakuisisi TikTok sepanjang pemerintah AS memperoleh 'bagian' dari aksi korporasi tersebut. Jika tida, dia akan memblokir TikTok pada 15 September.

Microsoft menyatakan, proses negosiasi terus berlangsung dengan ByteDance. Proses itu ditargetkan selesai pada pertengahan bulan depan.

Artikel Asli