Tiga Kerugian Finansial Yang Muncul Akibat Sering Pindah Kerja

LINE JOBS Dipublikasikan 08.05, 10/10/2019 • Qerja

Pekerja kutu loncat yang sering pindah kerja sudah ada dari dulu. Tetapi, fenomena tersebut semakin marak akhir-akhir ini. Di satu sisi, dengan berganti pekerjaan dan pindah ke perusahaan lebih baik, pekerja akan mendapat penghasilan lebih besar, kepuasan kerja, hingga lompatan karir lebih tinggi.

Namun, jika sering pindah kerja, maka pekerja bisa terkena berbagai kerugian dalam hal finansial. Berikut ini beberapa kerugian finansial yang sering dialami oleh pekerja yang berpindah kerja.

Kehilangan Bonus

Perusahaan akan menghitung masa kerja dan mempertimbangkan periode evaluasi sebelum memberikan bonus pada karyawannya. Seseorang yang telah bekerja selama setahun penuh atau lebih akan mendapat bonus tanpa dipotong. Nilai bonus bisa mencapai satu kali gaji. Atau, bonus yang diberikan bisa lebih dari satu bulan gaji jika diukur berdasarkan prestasi.

Mungkin, Anda bisa mengakali waktu pengunduran diri dari perusahaan sebelumnya dengan memberikan surat resign setelah bonus masuk rekening. Tetapi, Anda belum tentu bisa mendapat bonus di tempat kerja baru karena bonus diberikan sebelum masa evaluasi kerja Anda. Atau, jika perusahaan berbaik hati memberi bonus untuk Anda, maka nilainya akan disesuaikan dengan masa kerja.

 

Tunjangan Kesehatan

Tunjangan kesehatan adalah salah satu fasilitas yang diberikan perusahaan untuk menjamin kesejahteraan pekerjanya. Biasanya pagu anggaran yang diberikan kepada karyawan kontrak yang baru bekerja beberapa bulan lebih kecil daripada karyawan yang sudah mengabdi bertahun-tahun. Apabila Anda sudah bekerja selama satu–dua tahun di sebuah perusahaan, maka sudah berhak mendapat tunjangan kesehatan secara penuh. Nah, ketika pindah kerja, maka akan mengalami kerugian finansial karena tunjangan kesehatan yang diberikan perusahaan jumlahnya pasti lebih sedikit.

Berdasarkan riset Kaiser Family Foundation yang dikutip dari CNBC.com pada 2016, hampir tiga perempat karyawan baru menghadapi masa tunggu sekitar dua bulan sebelum mendapat tunjangan kesehatan secara penuh. Bayangkan bila Anda (atau keluarga) mengalami sakit di masa tunggu tersebut. Anda harus mengeluarkan biaya cukup besar. Padahal, jika Anda bertahan di perusahaan sebelumnya, seluruh ongkos rumah sakit ditanggung perusahaan.

 

Kehilangan Fasilitas Perusahaan

Fasilitas dan tunjangan dari perusahaan bukan hanya untuk kesehatan saja. Seseorang yang sudah bekerja selama satu-dua tahun di perusahaan bisa mendapat fasilitas lain seperti tunjangan kacamata, biaya perawatan gigi, tunjangan daycare anak, hingga tunjangan rekreasi.

Agar tidak mengalami kerugian finansial yang cukup besar, Anda harus ingat untuk klaim tunjangan tersebut sebelum berhenti kerja. Setelah pindah kerja, Anda mesti bertahan hingga setahun agar bisa dapat fasilitas serupa. Namun, jika Anda sering pindah kerja dalam kurun waktu di bawah satu tahun, jangan harap bisa mendapat fasilitas tersebut dari perusahaan mana pun.

 

Sulit Mengajukan Pinjaman

Stabilitas pekerjaan adalah salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman. Biasanya, bank akan memberi pinjaman pada orang yang menjadi karyawan tetap di satu perusahaan setidaknya selama satu tahun. Jika Anda sering berpindah kerja, maka akan kesulitan mendapat pinjaman dari bank untuk membeli rumah atau mobil. Meskipun penghasilan Anda terbilang besar, namun bank ingin nasabah yang bisa membayar utang secara kontinyu.

Jadi, buat Anda yang baru memulai pekerjaan selama enam bulan, maka harus menunggu sampai waktu yang cukup agar bisa mengajukan pinjaman. Kalau berencana pindah lagi dalam waktu dekat, berarti Anda harus menunda untuk mengambil kredit. Menunda kredit bisa menimbulkan kerugian finansial karena harga rumah atau barang lain yang diincar bisa mengalami kenaikan sewaktu-waktu.

Sering pindah kerja mungkin bisa berdampak baik bagi karir Anda. Sebagai pekerja Anda pasti ingin bekerja di tempat terbaik di mana bisa menunjukkan kemampuan secara optimal dan mendapat penghasilan yang besar. Namun, setiap kali berpindah kerja, Anda mesti mempertimbangkan kondisi dan masalah keuangan yang akan datang sehingga tidak merasakan kerugian finansial yang besar.–Qerja

Artikel Asli