The Exchange 106 Milik Djoko Tjandra Bukan Gedung Tertinggi di Asia Tenggara

Kompas.com Dipublikasikan 00.00, 06/08 • Hilda B Alexander
Bloomberg
The Exchange 106

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Djoko S Tjandra kembali hangat diperbincangkan. Buronan kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali tersebut tertangkap setelah melarikan diri selama 11 tahun.

Djoko adalah Direktur dari PT Era Giat Prima (EGP) yang menjalin perjanjian cessie Bank Bali ke Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Dia juga identik dengan Grup Mulia yang memiliki bisnis inti properti dan diketahui melebarkan sayapnya ke Malaysia.

Menurut kuasa hukum Djoko, Anita Kolopaking, kliennya membangun dan memiliki pencakar langit The Exchange 106.

Baca juga: Mengenal The Exchange 106, Pencakar Langit Milik Djoko Tjandra

Hal ini mengonfirmasi artikel The New York Times, yang melaporkan bahwa kepemilikan Grup Mulia atas menara ini sebesar 49 persen.

Sedangkan sisanya yakni 51 persen dimiliki oleh Kementerian Keuangan Malaysia.

The Exchange 106 merupakan gedung yang berada di area bisnis dan keuangan internasional terpadu yang dikenal dengan nama Tun Razak Exchange (TRX), Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Sejumlah media massa di Asia memberitakan bahwa ketinggian The Exchange 106, mengalahkan menara kembar Petronas Twin Towers. 

Bahkan, The Straits Times dan CNN  menulis, pencakar langit ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 492 meter di atas permukaan laut atau above sea level.

Betulkah demikian?

Mengutip data Skyscrapers Center, The Exchange 106 menjulang 445,5 meter yang mencakup 95 lantai.

Ketinggian ini dihitung berdasarkan kondisi fisik bangunan secara arsitektural di atas permukaan tanah, bukan dari ketinggian di atas permukaan air laut.

Sementara Petronas Twin Towers mengangkasa 451,9 meter yang meliputi 88 lantai untuk masing-masing menaranya.

Baca juga: Urusan Pencakar Langit, Jakarta Keok dari Kuala Lumpur

Adapun Vincom Landmark 81 yang disebut The Straits Times dan CNN telah kehilangan gelarnya sebagai terjangkung di Asia Tenggara, justru mencakar langit 461,2 meter dengan jumlah 81 lantai.

Vincom Landmark 81 yang merupakan bangunan multifungsi hotel dan residensial ini berada di Ho Chi Minh, Vietnam.

Berikut lima pencakar langit tertinggi di Asia Tenggara:

1. Vincom Landmark 81, Vietnam

Pencakar langit ini dirancang oleh Atkins dengan peruntukkan hotel dan residensial. Ketinggiannya mencapai  461,2 meter yang mencakup 81 lantai.

Vingroup mengembangkan gedung ini sejak 2015 dan menyelesaikannya tiga tahun kemudian atau tepatnya 2018.

Secara global, Vincom Landmark 81 menempati posisi 14 tertinggi. Sementara di kawasan Asia menduduki peringkat 10 tertinggi. 

Untuk level Asia Tenggara, gedung ini menjadi jawara mengalahkan Petronas Twin Towers yang berada di posisi kedua.

2. Petronas Twin Towers, Malaysia

KLCC Property Holdings Berhad memulai konstruksi menara kembar ini pada 1992 dan rampung bertepatan dengan krisis moneter Asia Tenggara pada 1998.

Peruntukkan gedung yang dirancang Cesar Pelli setinggi 451,9 meter ini adalah sebagai perkantoran.

Secara global, Petronas Twin Towers menempati peringkat 16. Sedangkan di kawasan Asia berada di posisi 12 tertinggi.

3. The Exchange 106, Malaysia

Mulia Group menuntaskan pembangunan gedung ini pada 2019, atau empat tahun setelah dimulai konstruksinya pada 2016.

The Exchange 106 yang dirancang Peter Chan Architects ini mencakup perkantoran yang dilengkapi ruang ritel.

Baca juga: Sejarah Sarinah, Mal dan Pencakar Langit Pertama di Indonesia

Ketinggiannya mencapai 445,5 meter dengan jumlah 95 lantai.

4. Four Seasons Place, Malaysia

Gedung ini dikembangkan dan dimiliki oleh Venus Assets. NRY Architects merancangnya setinggi 342,5 meter yang mencakup 74 lantai.

Peruntukkannya sebagai hotel dan residensial yang dibangun sejak 2013 dan kelar pada 2018.

Secara global, Four Seasons Place berada di peringkat 69 dan 41 di Asia. Sedangkan untuk Asia tenggara di posisi tertinggi ke-4.

5. Keangnam Hanoi Landmark Tower, Vietnam

AON Holdings mengambilalih pencakar langit ini dari pemilik sebelumnya, Qatar Investment Authority.

Dirancang oleh Heerim Architects & Planners; HOK, Inc.; Samoo Architects & Engineers dengan ketinggian 328,6 meter.

Gedung ini mencakup 72 lantai yang terdiri dari hotel, residensial, dan perkantoran. Konstruksi rampung pada 2012 sejak ground breaking 2008 silam.

 

 

 

 

Penulis: Hilda B AlexanderEditor: Hilda B Alexander

Artikel Asli