Tertunduk, Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi Mengaku Menyesal

Kompas.com Dipublikasikan 09.14, 20/01 • Rindi Nuris Velarosdela
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Tersangka pelecehan seksual yang memegang area privat wanita di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Foto diambil saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka pelecehan seksual, Denny Hendrianto mengaku menyesal setelah lima kali melakukan aksinya di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Penyesalan itu disampaikan Denny ketika ditanya awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Denny selalu menjawab singkat setiap pertanyaan yang diajukan wartawan sambil tertunduk.

"Iya menyesal (karena melakukan aksi pelecehan seksual)," kata Denny.

Denny mengaku nekat melancarkan aksi pelecehan seksual tersebut untuk menyalurkan nafsunya. Dia kerap menonton video porno melalui ponselnya.

"(Alasan kenapa melakukan pelecehan seksual) karena nafsu," jawab Denny.

Baca juga: Perempuan Dewasa yang Tak Bisa Melawan Jadi Target Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi

"Iya (sering nonton video porno di ponsel), mendapat videonya dengan download di internet," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Denny ditangkap usai melancarkan aksinya terhadap seorang perempuan berusia 38 tahun di sebuah gang perumahan di Kaliabang, Bekasi pada 15 Januari 2020.

Saat itu, korban yang berjilbab panjang hitam sedang berjalan kaki sepulang berbelanja di pasar.

Korban ternyata dikuntit Denny yang mengendarai sepeda motor. Awalnya Denny mendahului korban, sebelum akhirnya putar arah dan menjamah area pribadi perempuan tersebut.

Adegan pelecehan seksual itu terekam CCTV.

Baca juga: Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

Sudirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya meringkus Denny pada 17 Januari 2020.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Denny melancarkan aksinya kepada perempuan yang tidak dapat melakukan perlawanan.

Denny juga cenderung melakukan aksi pelecehan seksul kepada perempuan yang sudah menikah di sekitar kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 281 KUHP tentang tindak pidana kekerasan asusila di muka umum.

Penulis: Rindi Nuris VelarosdelaEditor: Jessi Carina

Artikel Asli