Terombang-ambing di Laut, Begini Cerita Pria Korban Selamat Ledakan Beirut

Merdeka.com Dipublikasikan 23.30, 09/08

                Ledakan di Beirut. ©2020 STR / AFP
Dibalik ledakan besar yang terjadi ini, terdapat sebuah cerita haru yang menceritakan seorang korban selamat bernama Amin al-Zahed. Melansir dari mirror.co.uk, dalam kondisi luka bakar parah, Amin harus terombang-ambing di laut selama 30 jam.

Selasa (4/8/2020), sebuah ledakan besar terjadi di kota Beirut, Lebanon. Ledakan dengan kekuatan besar tersebut bahkan mampu menciptakan sebuah kawah baru di pusat titik ledakan. Bahkan pemukiman warga yang berlokasi cukup jauh dari pusat ledakan juga porak-poranda.

Ledakan besar yang terjadi di Beirut ini diduga bersumber dari sebuah gudang kembang api. Melansir dari Liputan6.com, hingga sampai saat ini dilaporkan terdapat 137 korban tewas dari peristiwa ini serta 5000 orang luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Di balik ledakan besar yang terjadi, terdapat cerita haru yang menceritakan seorang korban selamat bernama Amin al-Zahed. Melansir dari mirror.co.uk, dalam kondisi luka bakar parah, Amin harus terombang-ambing di laut selama 30 jam.

Dikabarkan Hilang oleh Pihak Keluarga

©2020 Merdeka.com

Foto wajah Amin al-Zahed diunggah oleh keluarga melalui akun @localevictimbeirut. Akun @localevictimbeirut merupakan akun yang sengaja dibuat untuk memudahkan keluarga mencari anggota keluarganya yang hilang akibat ledakan di Beirut.

Amin al-Zahed diketahui bekerja sebagai petugas pelabuhan yang pada saat itu bekerja di sekitar area ledakan. Tak dapat dihubungi setelah ledakan terjadi membuat pihak keluarga melaporkan berita kehilangannya. Pihak keluarga berharap agar Amin al-Zahed dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Ditemukan dalam Keadaan Penuh Luka Bakar

©2020 Merdeka.com

Setelah 30 jam berlalu, Amin al-Zahed ditemukan. Dalam kondisi penuh luka bakar, Amin al-Zahed berhasil bertahan di laut Mediterania menunggu bantuan datang.

Tim SAR menemukan Amin al-Zahed, kemudian segera mengevakuasinya ke Rumah Sakit Universitas Rafic Hariri di Beirut, Lebanon. Hingga saat ini, Minggu (9/8), Amin masih menjalani perawatan intensif.

Artikel Asli