Ternyata, Kejeniusan Anak Bisa Terlihat Sejak Bayi. Ini Tandanya

Popmama.com Dipublikasikan 01.10, 15/10/2019 • Winda Carmelita
freepik.com

Memiliki anak yang berbakat adalah dambaan setiap orangtua. Anak yang jenius seringkali baru terlihat potensinya saat memasuki usia sekolah. Meskipun belum terlambat, tetapi sebetulnya potensi anak jenius bisa terlihat bahkan sejak bayi lho, Ma. 

Dengan mengetahui tanda-tanda bayi yang berbakat sejak dini, Mama bisa mengelola dan mengasah kemampuannya agar berkembang lebih baik lagi. Lalu, seperti apa sih tanda-tanda bayi yang berbakat? Berikut Popmama.com merangkumnya, dilansir dari verywellfamily.com:
 

Lima Tanda Bayi Berbakat

newsnation.in

Ciri-ciri bayi berbakat sebetulnya nampak meski bayi belum dapat berkomunikasi secara verbal. Ciri tersebut, antara lain:

  • Lebih peka dan waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini terlihat dari perilakunya yang awas melihat sekeliling.
  • Kemampuan menirukan suara lebih awal ketimbang bayi lainnya
  • Lebih sensitif terhadap suara, bau, tekstur ddan rasa, serta reaksi yang luar biasa terhadap hal yang tak disukainya.
  • Butuh terus distimulasi secara konstan.
  • Durasi tidur yang tidak sepanjang bayi pada umumnya.

Bayi berbakat biasanya menunjukkan lebih dari satu tanda di atas.

Perlu Stimulasi Mental

Pixabay/ Stock Snap

Salah satu tanda kunci bayi berbakat adalah ia membutuhkan stimulasi mental yang konstan. Bayi berbakat tidak jarang malah rewel dan menangis jika stimulus yang diberikan, berhenti. 

Orangtua seringkali bingung ketika bayi sudah makan atau diganti popoknya, tetapi tetap saja rewel dan menangis. Sebagian orang menganggapnya sebagai sifat dasar bayi tersebut yang cenderung menuntut. Tetapi bisa saja perilaku ini dikarenakan bayi frustrasi akibat tidak mendapat stimulasi.

Mengenali Karakteristik Bayi Berbakat

Pixabay/pinkpig0416

Hingga kini, para ahli tidak dapat menemukan patokan pasti untuk mengidentifikasi bakat pada bayi. Tetapi karakteristiknya dapat terbaca, walaupun orangtua harus jeli melihatnya. 

Salah satu contohnya adalah lewat lagu atau stimulus suara. Bayi berbakat biasanya punya ketertarikan terhadap lagu atau suara yang memiliki efek menenangkan. Namun, dalam periode waktu tertentu bayi bisa merasa bosan dengan lagu atau suara yang sama yang diputar berulangkali. Rasa bosan dan ketertarikan yang berganti-ganti ini bisa merupakan indikasi dari bakatnya.

Di waktu yang lain, bayi bisa sangat tenang jika memperhatikan hal-hal baru yang dilihatnya. Bahkan, orangtua anak-anak berbakat mencatat hal unik di masa bayi anaknya, yaitu mereka harus sering berpindah-pindah tempat atau mengalihkan perhatian setiap 20 menit supaya bayinya tidak menangis.

Penelitian tentang Bayi Berbakat

pixabay.com/tookapic

Sejumlah penelitian mencoba menentukan karakteristik tertentu yang mengindikasikan bayi berbakat. Banyak yang berfokus pada kebiasaan, seperti bayi yang kurang responsif terhadap rangsangan yang sudah dikenal dan mencari-cari rangsangan baru. 

Sementara itu, penelitian lain menemukan dasar yang menarik bahwa bayi-bayi berbakat menangkap stimulus lebih cepat ketimbang bayi lainnya. Mereka menyerap dan mempertahankan informasi sensorik dengan cara yang berbeda. 

Tanda-tanda ini diperhatikan secara jeli oleh para peneliti dan sebagai pamungkasnya, anak-anak ini menjalani tes IQ standar. Hasilnya sesuai dengan hipotesis, mereka tergolong sebagai anak yang berbakat.

Memiliki anak berbakat adalah anugerah. Bukan hanya sekadar sifat bawaan lahir, tetapi butuh peran aktif orangtua untuk mengidentifikasi, memelihara dan mendukung bakat anak agar dapat berkembang dan terasah dengan baik hingga dewasa. 

  • Ini Dia Daftar Nama Bayi yang Memiliki Arti Jenius
  • Laurent Simons, Anak Superjenius yang Kuliah di Umur 8 Tahun
  • Bangun Rutinitas Ini yang Memungkinan Si Kecil Bertumbuh Jadi Jenius
Artikel Asli