Ternyata Begini Wujud SIM di Zaman Penjajahan Belanda, Unik!

Suara.com Dipublikasikan 03.32, 16/12/2019 • Angga Roni Priambodo
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). (Foto: www.polri.go.id)
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). (Foto: www.polri.go.id)

Suara.com - Mungkin banyak orang, terutama anak milenial yang kebingungan ketika orang-orang tua mengingatkan untuk bawa 'Rebuwes' ketika akan berkendara.

Rebuwes atau Rijbewijs adalah bahasa Belanda yang kurang lebih bisa diartikan sebagai surat izin mengemudi atau SIM di zaman itu.

Tak banyak yang tahu, bahwa di zaman penjajahan belanda, surat izin mengemudi kendaraan ternyata sudah diterapkan bagi orang yang ingin berkendara.

Meski saat itu pemilik kendaraan bermotor masih jarang, namun ada jejak sejarah orang-orang Nusantara yang pernah memiliki Rebuwes.

Seperti diunggah oleh akun Twotter @holdenklasik berikut ini.

Dalam keterangan unggahannya, potret sebuah surat yang berbentuk unik tersebut, akun @holdenklasik menuliskan bahwa itu adalah SIM zaman kolonial di tahun 1922.

Unggahan tersebut mungkin juga bisa menjawab pertanyaan yang banyak berkecamuk di kepala warganet tentang mengapa Surat Izin Mengemudi (SIM) bentuknya kartu seperti sekarang ini.

Ternyata dalam sejarahnya, SIM memang berbentuk surat yang ditempeli foto pemohon SIM yang ditempel bentuk landscape.

"Inilah kenapa SIM bentuknya kartu dinamakan surat dan KK bentuknya surat dinamakan kartu..asal usulnya tebulak," komentar @edwin_basuki.

"Pantes bapak sama eyang slalu bilangnya .. jangan lupa rebuwesnya ya ," tambah @mustekeph.

Artikel Asli