Terkait Kasus Harley Davidson, Ini 4 Direksi Garuda yang Dicopot?

Tempo.co Dipublikasikan 10.38, 07/12/2019 • Rahma Tri
Dewan Komisaris Garuda Indonesia secara resmi menyampaikan Surat Keputusan Nomor DEKOM/SKEP/011/2019 kepada Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Riza  pada Jumat, 6 Desember 2019. Fuad resmi ditunjuk sebagai pelaksana tugas direktur utama menggantikan Ari Ashkara. Foto: Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan ada empat direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., yang diberhentikan lagi.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memastikan bakal ada empat direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., lagi yang diberhentikan. Pencopotan itu menyusul temuan soal dugaan penyelundupan sepeda motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat anyar Garuda.

"Sesuai laporan komisaris, nanti ada direksi lain yg akan dinonaktifkan. Ini bisa bongkar total jadinya. Ada empat tambahan baru yang akan dinonaktifkan," kata Erick Thohir kepada Tempo di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu, 7 Desember 2019.

Seperti diberitakan, Harley Davidson itu diselundupkan di lambung pesawat Airbus A330-900 Neo Garuda Indonesia yang baru saja dikirim dari Toulouse Prancis pada 17 November 2019. Dalam manifest penerbangan perdana pesawat anyar itu, terdapat empat nama direksi Garuda yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Keempat direksi yang ikut dalam penerbangan itu adalah Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto, Direktur Capital Human Garuda Indonesia Heri Akhyar, dan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal.

Erick Thohir juga mengatakan bahwa ada temuan baru usai bertemu para Komisaris Garuda pagi ini. "Yang sangat menyedihkan ini sistemik, bukan akting seseorang. Ini yang saya sedih banget," ujarnya.

Adapun Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sahala Lumban Gaol mengatakan, seluruh direksi Garuda yang terlibat kargo gelap dinonaktifkan. Hal itu kata dia, sudah disepakati oleh Erick dan seluruh komisaris Garuda.

"Kami memutuskan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan seri flight GA Airbus A330-900 NEO yang datang dari Prancis 17 November 2019 di Bandara Soekarno Hatta," kata Sahala.

Dia mengatakan penghentian itu akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yg berlalu bagi perusahaan terbuka. Selanjutanya Komisaris mengangkat Pelaksana Tugas atau Plt. Direktur Utama Garuda.

Erick sebelumnya mengumumkan pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara lantaran terlibat kasus kargo gelap. "Saya sebagai Menteri BUMN akan berhentikan Dirut Garuda," katanya di kantor Kementerian Keuangan, Kamis 5 Desember 2019.

Ari diketahui menjadi pemilik kargo gelap berupa motor Harley Davidson yang diselundupkan dari Prancis menuju Jakarta. Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menyita benda itu di hanggar Garuda Maintenance Facility sejak 17 November lalu. Sahala memastikan komite audit Garuda tetap melakukan invetigasi lanjutan terhadap kasus tersebut.

Artikel Asli