Terduga teroris Bandung berencana gagalkan pelantikan Jokowi

Alinea.id Dipublikasikan 03.48, 15/10/2019 • Tito Dirhantoro
Terduga teroris Bandung berencana gagalkan pelantikan Jokowi
Terduga teroris di Bandung, Jawa Barat setiap harinya bekerja sebagai penjual ayam geprek.

Sebanyak tiga terduga teroris masing-masing berinisial N, JJ dan AAS ditangkap tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror di daerah Bandung, Jawa Barat. Ketiganya, diduga akan melancarkan aksi amaliyah saat pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Demikian informasi itu disampaikan Ketua RT 01, Jalan Manjahlega, Aam Rohiman, yang didapatnya dari tim Densus 88 saat menggeledah rumah di Saturnus Regency, Jalan Manjahlega, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Katanya itu untuk tanggal 20 nanti, katanya untuk menghalangi pelantikan presiden, tapi gak keliatan untuk alat-alat seperti rakitan bom,” kata Aam di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (15/10).

Aam menjelaskan, penggeledahan di sebuah rumah di Saturnus Regency Kota Bandung dilakukan pada Senin (15/10) malam. Penggeledahan itu, kata dia, dilakukan menyusul tertangkapnya tiga terduga teroris N, JJ dan AAS pada siang di hari yang sama.

Secara spesifik, Aam mengaku tidak mengetahui identitas terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di lingkungannya tersebut. Sepanjang yang ia ketahui terduga teroris itu merupakan anak buah AAS.

“Penggeledahan mulai sekitar pukul 21.30 WIB. Kata polisi, ini pengembangan penyelidikan yang dari Antapani dan di Komplek Grand Sharon. Saya tidak tau siapa identitas yang di sini, yang jelas katanya dia itu anak buahnya AAS yang tinggal di Grand Sharon,” kata Aam.

Dia menyebut terduga teroris yang berada di lingkungannya itu baru empat hari menetap. Ia bekerja sebagai pelayan di sebuah kedai ayam geprek. Sedangkan pemilik usaha ayam geprek, kata Aam, tidak mengetahui jika pekerjanya tersangkut terorisme dan menjadi incaran tim Densus 88.

"Jadi si pemilik usaha ngontrak rumah di situ. Lalu berjualan ayam geprek dan pisang nugget. Teroris itu baru empat hari kerja, katanya pemilik usaha itu masih satu keluarga dengan AAS," kata Aam. “Tapi pemilik usaha itu tidak tahu bahwa seorang yang bekerja di situ serta AAS merupakan terduga teroris.”

Menurut Aam, tidak ada gerak-gerik mencurigakan dari terduga teroris yang diamankan Densus 88 dari lingkungannya. Penyergapan oleh Densus 88 pun dilakukan saat pelaku tengah duduk-duduk di teras tempat berjualan.

Dalam penggeledahan di rumah Saturnur Regency, Aam menuturkan, tim Densus 88 menyita 3 buah senapan laras panjang, 2 pistol jenis FN beserta peredamnya, peluru sekitar 3 setengah dus dan sejumlah pisau.

“Jadi, katanya rumah itu jadi tempat penyimpanan barang-barang milik AAS, pemilik rumah tersebut yang masih satu keluarga juga tidak tahu ada senjata-senjata itu,” ujar Aam.

Beragam senjata itu, kata dia, dibawa pakai tiga kantung plastik besar oleh sekitar 20 aparat Densus 88 yang melakukan penggeledahan. Selain itu, ada juga dokumen-dokumen yang turut disita. Dari pengakuan Aam, Densus 88 sudah memantau rumah tersebut sejak empat bulan lalu. 

Selain rumah di Saturnus Regency, tim Densus 88 juga menggeledah rumah terduga AAS yang berlokasi di Komplek Grand Sharon, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Juga rumah terduga teroris yang berada di Antapani.

Namun yang baru diketahui identitas serta lokasi kediamannya hanya AAS, sedangkan dua lainnya yakni N dan JJ masih belum jelas kediamannya di Manjahlega atau Antapani. (Ant)

Artikel Asli