Terbang Menembus Kabut, Helikopter Kobe Bryant Tak Punya Sistem Peringatan

Kompas.com Dipublikasikan 05.22, 29/01/2020 • Reska K. Nistanto
AFP/DAVID MCNEW
Petugas melakukan penyelidikan di lokasi kecelakaan helikopter yang menewaskan mantan bintang NBA Kobe Bryant di Calabasas, California, AS, Minggu (26/1/2020). Legenda NBA Kobe Bryant dan 8 orang lainnya, termasuk putri Kobe, Gianna Maria Onore atau akrab disapa Gigi diberitakan tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter.

KOMPAS.com - Penyelidik kecelakaan helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant mengungkap bahwa helikopter Sikorsky S-76B tersebut tidak memiliki sistem terrain avoidance and warning system (TAWS).

Padahal, helikopter tersebut terbang di tengah cuaca berkabut dan melintasi daerah perbukitan di hari nahas pada Minggu (26/1/2020).

Dalam konferensi pers yang digelar oleh KNKT AS (NTSB) pada Selasa (28/1/2020), mereka mengatakan bahwa tidak ada terrain warning system yang bisa memberitahu pilot kalau ada bukit di sekitar jalur penerbangan helikopter.

Dikutip KompasTekno dari Business Insider, Rabu (29/1/2020), helikopter Sikorsky S-76B yang ditumpangi Kobe Bryant dan delapan orang lainnnya itu gagal menghindari puncak bukit, sekitar 20-30 kaki (kurang lebih 9 meter).

Baca juga: Helikopter Kobe Bryant Sikorsky S76B Dibuat 1991, Ini Detailnya

Cuaca saat penerbangan juga dilaporkan berkabut, dengan jarak pandang disebut hanya sekitar 2,5 mil (4 Km), menurut pilot helikopter kepolisian Los Angeles (LAPD) saat tiba di lokasi kecelakaan.

Meski berkabut, helikopter Kobe Bryant telah mendapatkan izin khusus (Special Visual Flight Rules) di tengah cuaca tersebut. izin itu dibutuhkan karena helikopter terbang dalam kondisi cuaca lebih parah dari standar pada umumnya.

Helikopter tersebut terbang ke utara dari wilayah Orange County, California, setelah takeoff dan berputar-putar di dekat area Burbank, menunggu izin untuk tetap melanjutkan penerbangan.

Dengan izin khusus tersebut, helikopter beregistrasi N73X itu boleh menembus wilayah udara Burbank yang cuacanya dalam kondisi berkabut, terlebih di wilayah pegunungan Calabaas, di mana helikopter ditemukan jatuh.

Baca juga: Bell 525 Jadi Opsi Helikopter VIP/VVIP TNI AU

Dilansir The Straits Times, izin khusus yang diberikan ATC memang membolehkan helikopter terbang wilayah udara Burbank dan Van Nuys, namun tidak membolehkan lanjut ke wilayah Calabaas.

Sebelum hilang kontak, pilot helikopter memang telah meminta "flight following" ke ATC, ini membuat ATC bisa terus melacak keberadaan helikopter, dan melakukan kontak radio secara reguler.

ATC terdengar mengatakan bahwa helikopter tebang kelewat rendah untuk mendapatkan flight following dari mereka, misal tidak nampak di layar radar atau suara radio tidak terdengar.

Rekaman percakapan antara ATC dan pilot helikopter yang mengangkut Kobe Bryant dan delapan orang lainnya itu bisa disimak di video berikut ini.

Penulis: Reska K. NistantoEditor: Reska K. Nistanto

Artikel Asli