Terapkan ETLE, Batas Kecepatan Tol Layang Jakarta-Cikampek Cuma 60 Kpj

Kompas.com Dipublikasikan 03.50, 09/12/2019 • Stanly Ravel
Kompas.com/ROSIANA HARYANTI
Kondisi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Rabu (4/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesaat lagi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Elevated II, siap untuk dilintasi. Rencana pengoperasiannya yang semula dijadwalkan siap dibuka pada 15 Desember, mundur lima hari menjadi 20 Desember 2019.

Dalam penerapannya nanti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan bila jalan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut akan dilengkapi sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

"Kita sudah berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri untuk menerapkan penindakan hukum tilang elektronik di sini," ucap Budi yang dilansir dari NTMC Polri, Minggu (8/12/2019).

Baca juga: Oprasional Tol Layang Jakarta-Cikampek Mundur Jadi 20 Desember 2019

Menurut Budi, fungsi penerapan ETLE di jalan tol salah satunya beguna untuk memantau kecepatan kendaraan yang melintas. Sementara untuk batas yang ditetapkan adalah 60 kpj.

Pemberlakukan tilang elektronik di ruas Tol Elevated II juga sekaligus menjadi percontohan bagi penerapan ETLE di jalan tol nantinya.

"Kita batasi kecepatan kendaraan maksimal 60 kpj, karena ini baru kita harus juga hati-hati. Nanti jajaran Kakorlantas Polri yang akan mengamati batas kecepatan dengan ETLE," kata Budi.

Baca juga: Titik Macet Tol Cikampek Musim Libur Natal dan Tahun Baru

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono, juga sudah menyatakan akan berkolaborasi untuk melakukan pengawasan dan penindakan di Tol Layang Jakarta-Cikampek. Bahkan selain menerapkan ETLE, Istiono mengklaim bakal menempatkan personel lalu lintas di setiap u-turn.

"Setelah peninjauan, jelas area ini polisis akan berperan penegakkan hukum dengan ETLE. Jadi sudah ada kerja sama antar Polri dan instansi. Anggota kita bakal ditempatkan di titiku-turn untuk memberikan warning pada pengguna jalan soal batas kecepatan dan mengingatkan soal keselamatan," ucap Istiono.

Penulis: Stanly RavelEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli