Teman Pengusaha Jangan Ragu Hubungi Luhut Kalau Ada Masalah, Pasti Dibantu

SINDOnews Dipublikasikan 07.14, 13/08 • Fadel Prayoga
Teman Pengusaha Jangan Ragu Hubungi Luhut Kalau Ada Masalah, Pasti Dibantu
Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjamin kemudahan bagi teman-teman pengusaha lokal untuk menanamkan uangnya di Tanah Air sebagai salah satu cara menghindari resesi ekonomi. Foto/Dok

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai, ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi yakni penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), stimulus, dan keinginan investor lokal untuk berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu menanamkan modalnya di Tanah Air.

"APBN, stimulus, domestik investor. Teman-teman jangan ragu, kalau ada masalah beritahu kita, kita pasti bantu," ujar Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Kamis (13/8/2020).

(Baca Juga: Tak Separah Singapura, Ekonomi RI Terselamatkan Konsumsi Domestik)

Seperti diketahui selain dana stimulus untuk menggenjot sektor konsumsi, pemerintah juga menaruh perhatian kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kemarin Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui program bantuan produktif bagi usaha UMKM senilai total Rp28 triliun.

Program yang bersifat bantuan dan bukan pinjaman itu diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro dengan besaran masing-masing Rp2,4 juta. "Tahap awal kita sudah alokasikan untuk 9,1 juta penerima dengan total anggaran Rp20 triliun," kata Teten.

(Baca Juga: Erick Thohir di Depan Kiai NU: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik)

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah meyakini dengan menghabiskan dana ribuan triliun itu perekonomian Indonesia bisa diselamatkan dari jurang resesi. Dia menjelaskan, hingga kuartal II/2020 penyerapan anggaran itu sudah sebanyak Rp1.000 triliun.

Diharapkan pada kuartal III atau periode Juli–September 2020 bisa terserap sebanyak Rp700 triliun. "Itu (anggaran) Rp700 triliun pada kuartal III dan Rp1.000 triliun di kuartal IV," ujarnya.

Artikel Asli