Tata Motors: Jaguar Land Rover Tidak Dijual

CNN Indonesia Dipublikasikan 20.13, 21/10/2019

Penjualan ambruk, kondisi keuangan terpuruk, dan situasi rumit Brexit, merupakan masalah yang sedang dialami merek Inggris, Jaguar Land Rover. Meski begitu, sang pemilik Tata Motors, menyatakan tidak akan menjualnya.

Natarajan Chandrasekaran, chairman induk perusahaan Tata Motors, Tata Sons Ltd, mengatakan pada Bloomberg bahwa Jaguar Land Rover tidak dijual. Hal ini memastikan spekulasi bahwa konglomerat asal India itu berencana melego Jaguar Land Rover.

Chandrasekaran menyebut Jaguar Land Rover terbuka menjalin hubungan dengan rekanan baru, namun dia mengatakan syaratnya produksi otomotif harus tetap jadi inti bisnis.

"Dari segi pendapatan, otomotif adalah perusahaan terbesar kami," ucap Chandrasekaran.

Pengeluaran Jaguar Land Rover saat ini telah melampaui kas operasi, namun Chandrasekaran bilang hal itu akan terbalik pada 2021.

"Begitu kami melakukan itu, kemudian orang-orang akan percaya apa yang saya katakan: Saya tidak melarikan diri," katanya.

Jaguar Land Rover saat ini mengalami masa sulit di China yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Chandrasekaran menyebut di sana penjualan 'runtuh' 50 persen padahal pasar mobil premium sedang naik 8 persen.

Model-model itu dikatakan bermasalah termasuk kasus recall yang menodai citra Jaguar Land Rover. Dealer berusaha melepas stok unit dengan diskon.

Meski di China begitu disoroti, kendala Jaguar Land Rover bukan cuma terjadi di sana. Secara keseluruhan penjualan global turun 11,6 persen.

Pada tahun ini Jaguar Land Rover telah mengumumkan memangkas 4.500 karyawan yang mewakili 10 persen dari seluruh karyawannya.

Artikel Asli