Tanpa ke Gym, Pria Ini Turunkan Bobot 26 Kg dalam 10 Bulan, Mau Tiru?

Kompas.com Dipublikasikan 11.55, 21/10/2019 • Glori K. Wadrianto
VIA MENSHEALTH
Robert Sean Grady Jr.

KOMPAS.com - Perpisahan yang buruk memaksa Robert Sean Grady Jr. untuk merenungkan tentang dirinya sendiri.

Dia lalu menyadari, bahwa jika dia ingin menemukan kebahagiaan dalam cinta, maka dia membutuhkan perbaikan diri.

Pemuda berusia 28 tahun dari Wilkes Barre-Scranton, Pennsylvania, Amerika Serikat ini telah memasukkan banyak hal ke dalam hubungan asmaranya.

Namun, ketika hubungan itu memburuk dia harus melakukan segalanya sendiri.

Sejak kecil, Grady sudah menjadi akan yang gemuk, akibat pola makan yang buruk.

Kondisi itu berlanjut hingga ke bangku SMA. Dia mengalami kelebihan berat badan, hingga kerap menjadi obyek ejekan siswa lain.

Baca juga: Benarkah Sauna Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan?

Setelah lulus SMA, berat badannya sempat susut sebanyak 14 kilogram, yang membawanya menginjak berat 109 kilogram.

Dia mempunyai pacar. Namun, Grady tak bahagia dalam hubungan itu, hingga dia melampiaskannya ke makanan sebagai pelarian.

"Di usia awal 20an hingga pertengahan, bukan masa yang terbaik dalam kehidupan saya. Saat saya berumur 24 tahun, berat badan saya sudah mencapai 154 kilogram."

“Saya pun merasa tak mengerti sebesar apa saya waktu itu," kata dia.

Dengan bobot sebesar itu, dia masih bermain hoki dan golf dengan teman-temannya, seperti tidak sepenuhnya mengakui ukuran tubuhnya yang besar.

“Saya tahu saya overweight, tapi saya tak memikirkannya dengan serius," cetusnya.

Baca juga: Awas, Terlalu Banyak Makan Pisang Bisa Menambah Berat Badan Loh…

Kemudian tibalah masa liburan Natal. Kala itu, Grady sudah berhenti minum soda.

"Mengapa harus meminum kalori, kalau kamu masih bisa menyantap makanan yang lezat," ungkap dia.

Saat itu, berat badannya sudah menurun menjadi 131 kilogram, dan kian bersiap untuk menyusutkannya kembali.

Dia pun mengunduh aplikasi MyFitnessPal untuk membantunya menghitung kalori yang dibutuhkannya setiap hari.

Tercatat, dia membutuhkan 1900 kalori, tetapi dia kurang selalu menguranginya 200-300 kalori, hingga bisa menurunkan berat badan hingga satu kilogram per minggu.

Dia membuang semua permen dan junk food di rumahnya. Mengubah pola makannya adalah fokus terbesarnya. Dia kembali meminum minum kopi dan lebih banyak air putih sekarang.

Sarapannya hanya diisi dengan menu sebuah clif bar dan kopi, atau roti isi daging, telur, dan atau roti gandum.

Baca juga: Ambil Manfaat Besar dengan Rutin Sarapan Gandum Utuh dan Biji-bijian

Makan siang dia menyantap sandwich kalkun dengan secangkir beri.

Makan malamnya bervariasi; ia mencoba selalu membuat "ruang" untuk kalori ekstra, dan quesadillas - makanan khas dari Meksiko yang terbuat dari tortilla atau roti pipih- yang menjadi favoritnya.

Ia mengembangkan rasa dengan memadukan bayam dan jamur, makanan yang mengandung serat tinggi.

Dia juga menjadi pecinta cara memasak lambat (slow cooking) untuk mencoba beragam menu, sehat, seperti chili recipes. Cara masak ini pun membantunya membuat perencanaan makan.

Hanya dengan memotong kalori, sudah mendatangkan hasil yang signifikan bagi tubuhnya.

Bayangkan saja, dalam waktu 10 bulan, berat badannya sudah mencapai 105 kilogram, dari awalnya 131,5 kilogram.

Ada beberapa masa pasang surut, tetapi hasil yang ada tentu tidak dapat didebat. "Dan jujur saja, saya masih belum mengambil kelas digym," sambung dia.

Baca juga: Pria Ini Sukses Turunkan Berat Badan hingga 11 Kilogram dalam 60 Hari

Dia hanya bermain hoki 2-3 kali seminggu, berjalan kaki selama setengah jam saat istirahat makan siang, dan berjalan di dekat rumahnya setelah bekerja.

Namun, sebagian besar kemajuannya, ia dapatkan dari perubahan pola makan. "Aku masih merasa di dalam seperti pria gendut yang dulu," kata dia.

Namun nyatakan, kini dia memakai jins berukuran 36, turun dari ukurannya dulu yang memkai size 44. "Saya merasa luar biasa secara fisik," kata dia.

"Bagian mental dan emosional yang kerap tidak diperhitungkan orang, dan saya berusaha memberi diri saya lebih banyak penghargaan, daripada yang pernah saya miliki."

Dengan kepercayaan diri yang baru, dia pun bertemu dengan kekasih baru, Barbara.

Barbara lalu menjadi sosok yang dia nobatkan sebagai perempuan yang menjadikan seluruh usaha transformasinya sepadan.

Kini, Grady masih menyasar berat hingga ke 90 kilogram. Ukuran itu sudah tak pernah dia alami sejak terakhir kali melewatinya di usia SMP.

Selanjutnya, dia berencana mulai menggunakan beban untuk mengencangkan tubuhnya. "Perbaikan diri, sesuatu yang tidak pernah selesai," ujar Grady.

Editor: Glori K. Wadrianto

Artikel Asli