Tanpa Sebut Nama Sarri, Ronaldo Curhat Setelah Juventus Gugur di Liga Champions

Kompas.com Dipublikasikan 06.48, 09/08/2020 • M. Hafidz Imaduddin
AFP/GETTY IMAGES/VALERIO PENNICINO
Ekspresi Cristiano Ronaldo dalam laga Juventus vs Olympique Lyon pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz, Jumat (7/8/2020) atau Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Cristiano Ronaldo mencurahkan isi hatinya terkait perjalanan Juventus musim 2019-2020.

Curahan hati Ronaldo itu ditulis di akun Instagram pribadinya, Sabtu (8/8/2020) malam WIB.

Uniknya, Ronaldo curhat di Instagram empat jam setelah Juventus memecat Maurizio Sarri dari kursi kepelatihan.

Sarri dipecat setelah Juventus tersingkir di 16 besar Liga Champions, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB.

Juventus tidak bisa melanjutkan langkahnya di Liga Champions meskipun berhasil mengalahkan Olympique Lyon 2-1 di Stadion Allianz.

La Vecchia Signora, julukan Juventus, gugur karena kalah agresivitas gol tandang dari Lyon dalam agregat 2-2.

Baca juga: Rumor Dipecat Seperti Maurizo Sarri, Fabio Paratici Membela Diri

Ronaldo di akun Instagramnya mengaku sangat kecewa dengan kegagalan Juventus menjadi juara Liga Champions musim ini.

Pemain asal Portugal itu berharap Juventus segera melakukan evaluasi agar tidak lagi mengecewakan fans musim depan.

Curhatan Ronaldo kali ini menjadi menarik karena sama sekali tidak menyinggung Maurizio Sarri yang dipecat.

Berikut adalah curhatan lengkap Ronaldo di akun Instagramnya:

"Musim 2019-2020 sudah berakhir untuk kami. Musim ini selesai lebih lama dari biasanya, tetapi lebih cepat dari yang kami harapkan,"

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri dan menganalisa jatuh bangun musim ini karena berpikir kritis adalah satu-satunya cara agar bisa berkembang,"

"Tim besar seperti Juventus harus selalu berpikir dan bekerja layaknya klub terbaik di dunia. Hanya dengan cara itu kita bisa menyebut Juventus tim terbaik dan terbesar di dunia,"

"Menjadi juara Liga Italia lagi pada tahun sulit seperti sekarang adalah pencapaian yang sangat membanggakan,"

"Secara personal, saya berhasul mencetak 37 gol untuk Juventus dan 11 gol dengan seragam timnas Portugal. Pencapaian itu membuat saya termotivasi untuk tetap berkembang musim depan,"

"Namun, para fans punya ekspektasi tinggi terhadap Juventus. Kami tentu harus siap menghadapi dan memenuhi ekspektasi tersebut,"

"Liburan tengah musim ini membuat kami punya waktu untuk menentukan masa depan. Kami akan kembali lebih kuat dan jauh lebih berkomitmen dari sebelumnya. Sampai jumpa lagi!,"

Baca juga: Aman, Cristiano Ronaldo Tetap Berbaju Juventus Musim Depan

Musim ini, Juventus bersama Sarri hanya bisa meraih gelar juara Liga Italia.

Selain Liga Champions, Juventus juga gagal total di Coppa Italia dan Piala Super Italia.

Juventus harus puas menjadi runner up Coppa Italia setelah kalah adu penalti 2-4 dari Napoli pada partai final, 17 Juni 2020.

Sebelumnya, Juventus juga gagal di final Piala Super Italia seusai kalah 1-3 dari Lazio, Desember 2018.

Kegagalan di Liga Champions membuat Juventus berani memecat Sarri yang sebenarnya masih memiliki kontrak sampai 2022.

Juventus terlihat tidak peduli meskipun harus membayar kompensasi 20,3 juta euro atau setara dengan Rp 350,5 miliar kepada Sarri.

Baca juga: Alasan Andrea Pirlo Cocok Melatih Juventus, Menurut Direktur Bianconeri

Kejadian serupa juga dialami Chelsea musim lalu ketika memecat Sarri yang masih memiliki sisa kontrak dua tahun.

Setelah memecat Sarri, Juventus langsung menunjuk mantan pemainnya, Andrea Pirlo, untuk menjadi pelatih.

Andrea Pirlo naik kelas setelah sembilan hari menjabat sebagai pelatih tim U23 Juventus.

Mantan pemain timnas Italia itu mendapat kontrak dua musim dari Juventus sampai Juni 2022.

Penulis: M. Hafidz ImaduddinEditor: Firzie A. Idris

Artikel Asli