Tangisan Pilu Tujuh Bocah Ditinggal Bapaknya yang Dibunuh di Samosir

INDOZONE.ID Regional Dipublikasikan 08.54, 11/08 • Tonggo Simangunsong
Tangisan Pilu Tujuh Bocah Ditinggal Bapaknya yang Dibunuh di Samosir
Tangisan pilu tujuh bocah yang ditinggal bapaknya yang dibunuh di Samosir, Sumatera Utara viral di media sosial. Bapaknya, Rianto Simbolon,

Tangisan pilu tujuh bocah yang ditinggal bapaknya yang dibunuh di Samosir, Sumatera Utara viral di media sosial. Bapaknya, Rianto Simbolon, meninggal setelah dibunuh dan jasadnya ditemukan di tepi jalan. Kini kasus pembunuhan itu masih ditangani Polres Samosir.

Sebelumnya, jenazah diotopsi di RS Bhayangkara Medan kemudian dibawa ke Desa Sijambur Kecamatan Ronggur Nihuta Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Senin (10/8) malam sekira pukul 19 WIB.

Begitu tiba, putri pertama almarhum Menanti boru Simbolon terlihat menangis menjerita dan bahkan sampai pingsan. 

"Bapak, siapa lah lagi yang menemani kami, tak ada lagi yang melindungi kami. Bapak dan mama sudah pergi, kenapa tega kali lah kalian," tangis Menanti di depan jenazah ayahnya. 

Sambil menangis, Menanti berkata tentang arti namanya Menanti, yang diberikan kedua orangtuanya.

"Waktu lahir aku meninggal Opung, terus tahun lalu pun meninggal mama dan sekarang bapak yang meninggal. Apa lagilah yang kunanti seperti nama ku bapak, gantilah dulu namaku Bapak sebelum kau mati," kata Menanti. 

Almarhum Rianto Simbolon meninggalkan 7 orang anak, 4 laki-laki dan 3 perempuan. Anak pertama bernama Menanti br Simbolon (17 tahun) duduk di kelas XII SMA Negeri I Kecamatan Ronggur Nihuta, anak kedua dan ketiga dan keempat masih duduk di kelas I, II dan III SMP Ronggur Nihuta, anak kelima dan keenam ada di Panti Asuhan Sitinoraiti, satu  duduk di kelas 4 SD dan anaknya paling kecil masih berusia 5 tahun.

Tangis pilu Menanti dan adik-adiknya menuai kesedihan warganet.

Artikel Asli