Tangis Ruben Onsu Pecah Ketemu Pem-bully Betrand Peto, Pelaku Hanya Menunduk

Merdeka.com Dipublikasikan 04.05, 12/11/2020

                Ruben Onsu Pecah Ketemu Pelaku Hanya Menunduk. Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com
Sebagaimana diketahui, putra sulung Ruben Onsu dan Sarwendah, baru-baru ini mendapat bully-an. Berbuntut hingga ancaman pembunuhan pada sang adik.

Presenter Ruben Onsu semakin menunjukkan keseriusannya terhadap pelaku bullying Betrand Peto. Pelaku datang ke Jakarta ingin menyampaikan permohonan maaf.

Tak sendiri, pelaku bullying yang berasal dari Lampung itu didampingi oleh orangtua dan pamannya. Mereka ingin bertemu secara langsung minta maaf.

Sebagaimana diketahui, putra sulung Ruben Onsu dan Sarwendahdi-bully hingga ancaman pembunuhan pada sang adik. Tak terima anak-anaknya dihina, Ruben marah besar.

Saat bertemu langsung, pelaku hanya bisa tertunduk. Ditemani kuasa hukum, Ruben telah memaafkan. Tapi akan tetap membawa kasus ini ke ranah hukum. Simak selengkapnya berikut ini.

Perkataan Bullying yang Masih Terngiang

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Dilansir dari channel YouTube Cumicumi bertajuk "Eksklusif, Detik-detik Penuh Air Mata Saat Ruben Bertemu Pelaku". Diakui oleh Ruben Onsu yang butuh waktu untuk bisa menerima sang pelaku yang masih remaja itu.

"Ya kalau saya, merespons baiklah. Pokoknya panjang, sampai saat akhirnya saya mau menerima untuk bisa ketemu. Tapi semuanya sudah saya serahkan pada kuasa hukum," kata Ruben seperti dikutip dari channel YouTube Cumicumi.

Kendati demikian, setiap kalimat yang disematkan pelaku bullying, masih terngiang. Ruben masih terbebani dengan hinaan dan ancaman yang tertulis.

"Ya, sama-sama menguras energi, waktu, pikiran. Sampai sekarang juga saya masih kepikiran terus tentang perkataan itu," ungkapnya.

Ruben Memahami Perasaan Pelaku

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Di sisi lain, Ruben yang telah memaafkan itu mengaku paham dengan perasaan pelaku. Remaja yang tak disebutkan namanya itu mengaku iri dengan kehidupan Betrand yang semakin sukses dan bergelimang harta.

Ruben memahami betul, ada kemungkinan pelaku tersebut pernah memiliki trauma. Disinyalir hal itu yang memicunya untuk berani menghina Betrand. Meski begitu, Ruben juga takut Betrand mengalami trauma seumur hidup dengan kalimat hinaan yang disampaikan oleh pelaku.

"Mungkin yang bersangkutan juga punya trauma. Saya mengerti itu, saya juga jelaskan. Kalau trauma anak saya melihat tayangan ini, akan melihat video ini juga bakal trauma, bahkan seumur hidupnya mungkin," papar Ruben.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Meski Ruben telah memaafkan pelaku, tapi kasus tetap dibawa ke ranah hukum.

"Tapi ya, segala niat baik dan lainnya saya maafkan. Sesama manusia sudah pasti saya maafkan. Tapi bagaimana ke depannya, pasti, kalau dari saya proses hukum tetap berjalanlah," ujar Ruben.

Apalagi selama ini, beban pikiran Ruben jadi bertambah. Khawatir dengan ketiga buah hatinya. Kedekatan batin anak-anak, membuat Ruben semakin berurai air mata, ditambah lagi setiap kali teringat hinaan dan ancaman itu.

"Yang membuat saya sedih sampai nggak selera makan. Gimana sih ya, ini masalah tentang anak. Gua ngelihat ada 'bunuh Thalia'. Hati ini sakit, sedih, itu yang gue rasain. Ada 'Betrand anak pungut'. Saya cuma gini, boleh nggak kamu gunain kata lain selain anak pungut?,"

Pelaku Hanya Terdiam

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Ruben Onsu akhirnya bisa melampiaskan amarah dan sedihnya di hadapan pelaku. Remaja wanita itu hanya bisa tertunduk diam. Paman dan orangtuanya yang menjelaskan.

Di hadapan para media, pelaku duduk di sebelah kanan kuasa hukum Ruben, Minoal Sebayang. Kekecewaan Ruben karena pelaku sekain kali menyebut 'anak pungut', seperti yang dijelaskan sebelumnya.

"Malam ini saya diminta oleh Ruben untuk mendampingi dia. Karena keluarga dari anak yang mengupload foto ujaran kebencian terhadap Betrand. Yang sudah kita saksikan bersama, yang sebagian dari kata-katanya ada anak pungut," ujar Minoal.

Ditemani keluarga, pelaku sudah minta maaf secara langsung. Serta alasan sedihnya yang merasa cemburu dengan kehidupan baru Betrand.

"Itu datang bertemu dengan Ruben untuk meminta maaf, didampingi oleh kedua orang tuanya dan keluarga lainnya. Tujuannya mau minta maaf dan kronologis mengapa ini anak membuat video ujaran kebencian kepada Betrand," jelas Minoal.

Konsekuensi Bagi Pelaku

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Sudah dilaporkan bahwa dari 20 akun, terdapat dua di antaranya yang mengandung ancaman pembunuhan terhadap buah hati Ruben. Tentu saja hal ini tak bisa lepas dari jeratan hukum.

"Dari pertemuan itu, intinya kita sudah sama-sama menjelaskan, tidak ada perbuatan yang tidak ada konsekuensinya. Segala sesuatu itu pasti ada tanggung jawabnya. Itu sudah kami sampaikan pada anaknya, di sebelah kanan saya ini," kata Minoal.

"Ada dua puluh akun, dua di antaranya berisi ancaman. Saya hanya berbicara atas nama orang tua. Kalau dari kuasa hukum, yang lebih berkompeten," papar Ruben.

Ruben Merasa Lebih Lega

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Usai bertatap muka langsung dengan pelaku, Ruben mengaku lebih lega. Meski di sisi lain, ia masih mencemaskan kondisi Betrand. Pasti perasaannya masih kalut, apalagi sebagai publik figur, dia pasti membawa beban saat di sekolah.

"Ya lega sekarang. Tapi gue harus mikirin Betrand, gimana kalau Betrand memberi pertanyaan ke gue, kan harus gue jawab. Ini yang jadi pikiran saya ma bundanya. Gimana kalau dia nembak nanya, waktu di sekolahnya. Karena sudah jutaan mata orang yang lihat," ungkap Ruben.

Pengakuan Keluarga Pelaku

Channel YouTube Cumicumi ©2020 Merdeka.com

Disampaikan oleh paman sang pelaku, mereka akan siap menerima segala konsekuensinya. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih sudah disambut baik di Jakarta.

"Nama saya Ari, selaku orang tua dari pamannya. Saya jauh-jauh dari Lampung bertemu manajemen Bensu, sangat berterima kasih sekali. Dan di respon oleh manajemen sekalian. Saya langsung bertemu dan meminta maaf dan mengklarifikasi, atas konsekuensi yang kami terima. Ke depannya bagaimana, kami terima semuanya," ujar Ari.

Artikel Asli