Tanggapan Menhan 3 Anggota TNI Dicopot Gara-Gara Istri Nyinyir: Itu Resiko

Merdeka.com Dipublikasikan 03.50, 14/10/2019
Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2015 merdeka.com/arie basuki
“Artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam,” ujarnya.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu buka suara soal pencopotan tiga anggota TNI dari jabatannya. Tiga anggota tersebut dipecat karena unggahan negatif istrinya di media sosial mengenai penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

"Itu kan resiko," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/10).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menilai wajar bila anggota TNI dipecat dari jabatannya karena ujaran negatif sang istri. Sebab, apa yang dilakukan istri menjadi tanggungjawab suami.

"Artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam," ujarnya.

Ryamizard tak ambil pusing dengan kritikan pelbagai pihak yang menolak pemecatan tiga anggota TNI itu. Menurutnya, institusi TNI memiliki aturan khusus dalam menindak anggota yang tidak disiplin.

"Ada aturan disiplin," tegasnya.

Tiga istri anggota TNI mengunggah konten negatif terkait penusukan terhadap Wiranto. Akibatnya, tiga anggota TNI tersebut mendapat saksi hukum dan dicopot dari jabatannya.

Ketiga anggota TNI tersebut adalah Peltu YNS, anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, Komandan Distrik Militer Kendari, Kolonel HS dan Sersan Dua Z.

Tak hanya itu, ketiga istri anggota TNI itu pun dilaporkan ke polisi karena dianggap melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Artikel Asli