Tampil Beda, Para Biksu Muda Juarai Kompetisi Speed Drifters

Kincir.com Diupdate 10.18, 21/08/2019 • Dipublikasikan 05.24, 21/08/2019 • Abdul Khair
Tampil Beda, Para Biksu Muda Juarai Kompetisi Speed Drifters
Via Istimewa

Apa yang ada di benak kalian ketika membayangkan sebuah turnamen esports? Pastinya akan muncul bayangan sebuah panggung megah. Para pemain di dalamnya pun menggunakanjersey kebanggaan dengan design yang dibuat se-kece­ mungkin. Terlebih dengan trend gaya rambut serba warna-warni yang kini kian mainstream di kalangan pemain profesional.

Via Istimewa

Akan tetapi, berbeda dengan turnamen yang ada di Thailand. Kalian akan melihat sebuah pemandangan yang asing dari turnamen pada umumnya. Kali ini, salah satu tim peserta yang mengikuti kejuaraan adalah para biksu muda lengkap menggunakan kain saffron.

Turnamen KKU Nong Khai Fair 2019 ini adalah kejuaraan tahunan yang diadakan oleh Khon Kaen University Nong Khai yang diadakan bersamaan dengan National Sience Week sejak 2005 lalu. Sebelumnya, kejuaraan ini hanya lomba ilmiah semata. Namun, seiring berkembangnya esports yang memiliki pengaruh terhadap pelajar. Akhirnya diadakan juga turnamen esports pada tahun ini.

[irp posts="21470,24481"]

Untuk cabang esports, game yang diusung pada turnamen ini adalah game balap besutan Garena, yaitu Speed Drifters. Hebatnya, para biksu tersebut mampu mengalahkan para pesaingnya dan berhasil keluar sebagai juara.

Via Istimewa

Dilasnsir Coconus.co, para pemenang ini adalah murid sekolah keagamaan bernama Balee Sathit Suksa yang berasal dari sebuah provinsi di timur laut Thailand. Sang guru yang mendampingi para biksu muda tersebut mengatakan bahwa mereka ingin mencoba mengikuti turnamen ini dan tidak ada salahnya untuk memberikan kesempatan kepada murid ini.

“Para murid meminta untuk mengikuti turnamen tersebut, dan kami memberikan kesempatan.. bahkan kami tidak sangka jika akhirnya sampai mendapatkan juara, ujar Kokkiad Chaisamchareonlap kepada tim Coconuts Bangkok.

Via Istimewa

Kokkiad juga menambahkan, bahwa mereka sebenarnya difokuskan untuk belajar keagamaan selama 20 jam dalam seminggu dan sisanya dialokasi untuk belajar kurikulum tradisional. Biksu yang merupakan murid menengah atas ini diperkenalkan kepada esports melalui kelas komputer . Dari sini mereka mulai tertarik dan berlatih di waktu senggang.

[irp posts="24434,24429"]

Melihat antusiasme dari para biksu ini untuk menjajal dunia esports membuktikan bahwa saat ini memang olahraga elektronik sedang digandrungi. Apalagi banyaknya turnamen yang dihelat dari skala nasional hingga international pastinya juga menjadi pengaruh besarnya minat masyarakat untuk terjun ke skena kompetitif ini.

Bagaimana pendapat kalian tentang para biksu yang berhasil menjadi juara di KKU Nong Khai Fair 2019 ini? tuangkan pendapat kalian di kolom komentar, ya! nantikan juga berita terbaru seputar game dan esports hanya di KINCIR!

Artikel Asli