Tak Terima Dicekik Saat Berhubungan Badan, Wanita Ini Pukul Pasangan Selingkuhnya hingga Tewas

Kompas.com Dipublikasikan 11.31, 15/08 • Setyo Puji
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tewas

KOMPAS.com - Kasus penemuan sesosok mayat seorang pria di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, gegerkan warga setempat.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan warga di pematang sawah sekitar pukul 08.00 WITA.

Dari pemeriksaan olah tempat kejadian perkara yang dilakukan polisi, jenazah tersebut diketahui berinisial HD (59) warga setempat.

HD diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Sebab ditemukan luka bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala.

Tak lama setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan tersebut.

Baca juga: Wanita Ini Bunuh Selingkuhannya karena Dicekik Saat Berhubungan Intim di Sawah

Terduga pelaku itu adalah seorang wanita berinisial HY (59) yang tak lain juga warga di sekitar TKP.

"Berawal dari penemuan mayat seorang pria yang beralamat di sekitar TKP (tempat kejadian perkara), di mana dalam hal ini kami menemukan adanya unsur penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia berdasarkan luka pada bagian kepala," kata Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf melalui pesan singkat, Sabtu (15/8/2020).

 

Tak terima dicekik saat hubungan badan

Penangkapan terduga pelaku pembunuhan tersebut dilakukan polisi pada Jumat (14/8/2020).

Antara terduga pelaku dengan korban diketahui sebagai pasangan selingkuh.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya.

Baca juga: Kisah Hadi, Perutnya Membesar sejak Usia 1 Tahun hingga Sulit Berjalan

Adapun alasannya, karena saat melakukan hubungan badan di pematang sawah itu korban mencekiknya.

"Dari pengakuan HY terungkap adanya perselingkuhan antara tersangka dengan korban, di mana saat berhubungan intim tersangka secara spontanitas memukul kepala korban dengan menggunakan kayu lantaran tersangka dicekik oleh korban," ujar Ardy.

Akibat perbuatan yang dilakukan itu, HY akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq | Editor : David Oliver Purba

Editor: Setyo Puji

Artikel Asli