Tak Setuju Ide Tito Karnavian, AHY: Pilkada di Tangan Rakyat

Tempo.co Dipublikasikan 23.52, 19/11/2019 • Syailendra Persada
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu 22 Mei 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
AHY mengatakan Pilkada langsung merupakan amanat reformasi.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemilihan kepala daerah atau Pilkada mesti dipilih secara langsung.
"Bagaimana mungkin hak yang sudah diberikan kepada rakyat kemudian dicabut dibatalkan kembali, saya rasa rakyat juga tidak akan terima begitu saja kalau itu terjadi," kata Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
Pemilihan umum secara langsung, kata dia, merupakan amanat dari reformasi 1998. "Mereka punya hak untuk bisa memilih pemimpinnya di daerah secara langsung, mari hormati hak rakyat, kita dukung semoga demokrasi Indonesia semakin matang dan berkeadaban," kata dia.
AHY menegaskan Partai Demokrat tidak pernah memandang pemilihan kepala daerah bisa dikembalikan ke bentuk tidak langsung.
"Kami tidak ingin kemudian demokrasi kita mundur ke belakang, mungkin ada yang salah 'meng-capture' atau pun menyimpulkan," ujarnya lagi.
Partai Demokrat, kata dia, tetap dengan keinginan rakyat yang telah memilih sistem pilkada berupa pemilihan langsung.
"Yang jelas kami ingin bersama-sama dengan suara rakyat bahwa pilkada itu ya sudah milik rakyat, artinya rakyat bersuara ingin memilih pemimpinnya secara langsung," ujarnya pula.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mewacanakan bakal mengevaluasi Pilkada langsung. Salah satu opsi yang mencuat adalah pemilihan akan diserahkan kepada DPRD.

Artikel Asli