Tak Ada Pemilik, Ducati 996 R Teronggok di Peti Selama 20 Tahun

Tempo.co Dipublikasikan 11.41, 03/06 • Eko Ari Wibowo
Superbike Ducati 996 R keluaran awal 2000-an teronggok di garasi perusahaan selama 20 tahun karena tidak diambil oleh pemiliknya. Sumber: drivemag.com
Sebuah moge Ducati 996 R keluaran awal 2000-an teronggok di garasi perusahaan selama 20 tahun karena tidak diambil oleh pemiliknya.

TEMPO.CO, San Diego - Sebuah moge Ducati 996 R keluaran awal 2000-an teronggok di garasi perusahaan selama 20 tahun. Motor ini adalah salah satu edisi terbatas dan memiliki komponen-komponen kelas wahid seperti rem Brembo dengan kaliper empat piston di bagian depan. Sepeda motor adalah model edisi terbatas dengan nomor seri 390.

Motor ini adalah edisi terbatas hanya ada 500 unit yang dirakit oleh Ducati pada tahun 2001 dan 996 R ini ditemukan ditinggalkan di garasi di perusahaan khusus di San Diego, AS. Selain itu, sepeda motor dalam kondisi baru karena ditemukan masih di dalam peti kemas bawaan pabrik.
Melihat dasbor, motor ini adalah model spek Eropa karena speedo menampilkan kilometer. Motor ini menggunakan mesin V-twin yang mampu memuntahkan tenaga 136 hp pada 10.200 rpm, dan torsi 105 Nm pada 8.000 rpm. Huruf R berasal dari Racing dan superbike memiliki komponen-komponen top-spec seperti rem Brembo dengan kaliper empat piston di bagian depan dan penggunaan suspensi Ohlins.

Superbike Ducati 996 R keluaran awal 2000-an teronggok di garasi perusahaan selama 20 tahun karena tidak diambil oleh pemiliknya. Sumber: drivemag.com

Setiap model memiliki pelat logam yang menunjukkan nomor seri dan yang ini menampilkan nomor 390 dengan VIN - ZDMH200AA1B013847. Terlebih lagi, Ducati 996 R ini belum pernah terdaftar sebagai motor legal untuk memiliki surat-suratnya.

Ceritanya cukup mengesankan pada awal 2000, seseorang mengirim sepeda motor ke sebuah perusahaan. Karena keadaan yang tidak diketahui, pemilik sepeda motor tidak pernah mengambilnya dan 996 R dimasukkan ke dalam penyimpanan dan ditinggalkan teronggok di dalam kotak pabriknya.

Menurut aturan kontrak, setelah waktu tertentu, jika konsumen tak membayar biaya untuk layanan dan tidak mengambil propertinya, maka menjadi milik perusahaan, yang terjadi pada tahun 2012. Motor itu dijual dengan harga US$ 24.900 sekitar Rp 351 juta.
DRIVEMAG

Artikel Asli