Tak Ada Biaya untuk Bayar Utang, Pria Ini Cetak Uang Sendiri

Keepo.me Dipublikasikan 08.56, 18/10/2019 • Mabruri Pudyas Salim

Baru saja lunasi utang, langsung ketangkap!

Ada-ada saja cara yang dilakukan oleh Hendri Seto, warga Dusun Sidomukyo, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupatan Pesawahan, Lampung. Dalam kondisinya yang sedang terlilit utang, pria 36 tahun ini nekat mencetak uang sendiri untuk membayar utangnya. Uang palsu yang dicetak bahkan mencapai nilai nominal Rp 11 juta.

Namun Hendri benar-benar sial. Setelah uang hasil cetakannya digunakan untuk membayar utang, tidak lama kemudian dia pun ditangkap oleh polisi. Aksi pemalsuan uang ini diungkap oleh Tim Tekab 308 Ditkrimun Polda Lampung. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan pada hari Sabtu (12/9/2019) lalu.

cdn0-production-images-kly.akamaized.net
cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (16/10/2019), Direktur Ditkrimum Polda Lampung, Kombes M Barly Ramadhani mengatakan, pihaknya mengetahui adanya kasus peredaran uang palsu ini setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Jadi tersangka ini memalsukan uang tersebut untuk membayar utang kepada seorang rentenir yang sudah jatuh tempo,” kata Barly di Mapolda Lampung, Rabu (16/10/2019).

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 88 lembar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 44 lembar.

“Kami juga menyita barang bukti satu unit printer yang digunakan tersangka untuk memalsukan uang-uang tersebut,” lanjut Barly.

cdn2.tstatic.net
cdn2.tstatic.net

Tersangka Hendri mengaku bahwa dirinya mencetak uang palsu tidak untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Namun karena sudah terlilit utang dan selalu ditagih rentenir, Hendri nekat mencetak uang palsu demi melunasi utangnya.

“Saya terpaksa palsukan uang, karena usaha sebagai pedagang pulsa enggak cukup untuk menutupi utang. Maka itu saya terpaksa membuat uang palsu,” kata Hendri.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan tentang bagaimana caranya mencetak uang palsu. Katanya, uang palsu tersebut ia cetak dengan menggunakan mesin cetak merek Canon dan kertas HVS warna putih.

Hanya bermodalkan printer dan kertas HVS saja, Hendri sudah bisa mencetak uang plasu dengan nilai nominal mencapai Rp 11 juta, yang terdiri atas pecahan 100 ribu rupiah dan 50 ribu rupiah.

“Saya cetak malam hari, siangnya saya bayar utang. Tapi habis bayar langsung ditangkap,” katanya.

Kasus pengedaran uang palsu dengan motif terlilit utang juga pernah terjadi pada tahun lalu. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap empat pelaku pembuatan dan penyebaran uang palsu pecahan Rp 100.000. Para pelaku berinisial AP, AK, AD, AM.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, kelompok mereka dimodali oleh AP yang berprofesi sebagai dokter.

"Inisial AP berprofesi sebagai dokter umum," ujar Daniel seperti dikutip Kompas.com, Rabu (18/4/2018).

Daniel mengatakan, AP bersedia menjadi pemodal pembuatan uang palsu karena terlilit utang.

"Mencari keuntungan ekonomi berupa uang karena dia terlilit utang," jelas Daniel.

Artikel Asli