Tahukah Anda Pentingnya Quantity Surveyor?

Arsitag.com Diupdate 10.38, 20/11/2019 • Dipublikasikan 10.31, 20/11/2019 • Rahayu Lestariasih
Quantity surveyor memegang peran penting dalam pelaksanaan proyek mulai dari awal hingga akhir (Sumber: shiftlearningcenter.com)

 

Dalam dunia konstruksi, kita dapat menemukan berbagai jenis pekerjaan yang memiliki kontribusi penting dalam keberhasilan sebuah pembangunan. Peran yang kali akan kita bahas adalah quantity surveyor. Sebuah posisi pekerjaan yang terbilang masih asing di telinga sebagian orang. Pasalnya, profesi ini berasal dari daratan Inggris yang kemudian berkembang ke seluruh dunia. Dalam artikel ini Arsitag.com akan mengulas dengan ringkas agar Anda tahu pentingnya profesi ini pada sektor konstruksi.

Awal mula profesi quantity surveyor berasal dari kejadian “The Great Fire of London” di abad ke-18. Paska peristiwa kebakaran besar itu, pihak asuransi membutuhkan bantuan dalam membuat perkiraan nilai bangunan untuk pemberian ganti rugi. Para arsitek kemudian dimintai tolong untuk membuat perkiraan nilai tersebut. Belajar dari kejadian itulah banyak pihak yang kemudian mensyaratkan perkiraan nilai bangunan sebelum proses konstruksi dimulai. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, banyak arsitek yang mulai mendalami perihal biaya bangunan.

Hal ini terus berkembang hingga pada akhir abad ke-19. Pelaku arsitek terus mengembangkan sistem pendidikan khusus mengenai perencanaan biaya bangunan. Para lulusannya akan berprofesi sebagai quantity surveyor atau QS. Di Indonesia sendiri, profesi quantity surveyor masuk di awal tahun 70-an dan mulai banyak dipergunakan pada tahun 80-an. 

Apa saja tugas dan tanggung jawab seorang quantity surveyor? Peran dan tugas seorang QS mencakup banyak hal yang umumnya berkaitan dengan masalah finansial sebuah proyek. Secara lebih spesifik, peran dan tugas quantity surveyor adalah:
 

1. Perencanaan dan pengendalian biaya konstruksi

Peran dan tugas seorang quantity surveyor dalam hal ini dimulai sejak awal. Yaitu sejak tahap perencanaan hingga tahap akhir dengan rincian sebagai berikut:

  • Tahap inception, yakni seorang QS hanya memberikan informasi umum patokan biaya konstruksi untuk jenis-jenis bangunan tertentu;
  • Masuk ke tahap perencanaan, QS itu akan membuat perencanaan biaya pembangunan proyek secara lebih spesifik;
  • Berikutnya tahap pengendalian, yakni QS bertugas untuk membatasi pengembangan perencanaan agar masih sesuai dengan besaran anggaran yang ada;
  • Dan tahap akhir, seorang QS akan menyimpan semua hasil perencanaan tersebut untuk digunakan sebagai data pada proyek sejenis yang akan datang.

2. Dokumentasi

Dalam hal ini, tugas utama QS adalah mempersiapkan dokumen lelang. Salah satu ciri khas dari dokumen lelang adalah adanya BQ (Bill of Quantity) atau dikenal dengan nama Daftar Uraian Pekerjaan. Seorang QS harus menyusun Daftar Uraian Pekerjaan yang akan dilelangkan secara lengkap. Mencakup semua komponen yang ada, mulai dari pekerjaan tanah, pekerjaan furnitur, hingga pekerjaan kelistrikan.
 

3. Administrasi kontrak

Seorang QS juga bertugas untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan kontrak kerja. Mulai dari masa pelelangan, masa pelaksanaan pekerjaan, dan masa penyelesaian pekerjaan.

Pada masa pelelangan, QS bertugas untuk membuat dokumen lelang, mengatur tata cara pelelangan, mengikuti rapat klarifikasi lelang, hingga pembuatan evaluasi lelang. Kemudian pada masa pelaksanaan pekerjaan, QS bertugas mengatur segala hal yang berkaitan dengan administrasi kontrak. Mulai dari pemeriksaan tagihan, pembayaran berkala, mendokumentasikan instruksi lapangan, hingga membantu memberikan solusi yang sesuai dengan kontrak, untuk menyelesaikan perselisihan antara kontraktor dan pengelola proyek. Penghujungnya, masuklah masa penyelesaian pekerjaan. QS bertugas untuk menyiapkan perhitungan akhir proyek dengan memasukkan aspek perencaan pembiayaan awal, tagihan pekerjaan yang bertambah atau berkurang, serta denda-denda.
 

4. Arbitrasi

Kemampuan QS dalam hal kontrak dan administrasi kontrak membuatnya sering mendapatkan tugas sebagai seorang Arbitrator. Sebagai seorang Arbitrator, seorang QS bertugas untuk melakukan tindakan penyelesaian masalah antara pemberi tugas dengan kontraktor. Ataupun antara kontraktor dan sub-kontraktor sebelum permasalahan tersebut dibawa ke ranah pengadilan.

Tugas dan peran seorang Quantity Surveyor memang cukup luas. Tanpa seorang QS, pelaksanaan proyek akan mengalami hambatan. Mengingat, perannya yang sangat penting dalam pelaksanaan proyek mulai dari awal hingga akhir.

Di Indonesia sendiri, peran QS masih terbatas pada perencaanaan dan pengendalian biaya konstruksi semata. Dan hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa profesi QS masih terdengar asing bagi banyak orang. Akan tetapi, apabila Anda berencana atau sedang membangun rumah, alangkah baiknya Anda menggunakan jasa QS agar perhitungan nilai proyek dapat berjalan seefisien mungkin dan Anda terhindar dari ulah kontraktor nakal.

Artikel Asli