Tahlilan di Bogor Mengundang Petaka, Satu Keluarga Tularkan Corona ke 14 Warga

kumparan Dipublikasikan 13.51, 04/08 • kumparanNEWS
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock

Klaster baru penularan virus corona di Kota Bogor terus bermunculan akhir-akhir ini. Setelah muncul klaster di Rumah Makan Pondok Bahrein, Jalan Pandawa Raya, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, kini muncul klaster Cilendek. Klaster Cilendek ini disebut juga klaster keluarga.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan hingga saat ini total warga yang terpapar virus corona dari klaster Cilendek mencapai 14 orang.

"Dari klaster Cilendek 14 orang. Sebelumnya (6 warga Kabupaten), kemarin bertambah 8 orang," kata Dedie kepada wartawan, Selasa (4/8).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, usai meninjau PSBB di Bogor. Foto: kumparan

Dedie menuturkan, klaster Cilendek ini bermula dari warga yang menggelar acara tahlilan. Namun mereka tidak menerapkan protokol kesehatan seperti yang ditetapkan pemerintah, seperti tak memakai masker.

"Perlu diwaspadai adanya kegiatan yang mengundang kerumunan termasuk acara-acara keluarga. Harus tetap mengacu pada protokol COVID-19," ucap Dedie.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpunkumparan, penularan virus corona di sana bermula dari salah satu keluarga yang terjangkit flu.

Mereka abai dengan hal itu sehingga mereka tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian, di hari kedelapan, sejumlah warga yang hadir dalam tahlilan mulai mengalami sesak napas. Mereka lantas memeriksakan diri ke RS Azra untuk melakukan swab dan didapat hasil positif.

Sejauh ini, jumlah orang yang positif mencapai 14 orang. Sebagian dari mereka adalah keluarga. Kini mereka menjalani isolasi mandiri.

Artikel Asli