Tahapan Perkembangan Kekuatan Kaki Bayi, Yuk Dilatih!

Popmama.com Dipublikasikan 01.00, 15/12/2019 • Winda Carmelita
Pexels/Pixabay

Momen bayi bisa berdiri sendiri hingga ia dapat berjalan tanpa perlu berpegangan merupakan momen yang sangat menggembirakan. Terutama bagi orangtua. Mampu berdiri dan berjalan adalah milestone yang menandai tumbuh-kembang seorang anak di masa keemasannya. 

Namun, seringkali orangtua baru menyadari adanya masalah perkembangan kekuatan kaki saat bayi mulai belajar berdiri. Padahal, kekuatan kaki tidak muncul dalam sekejap. Melainkan, perlu diperhatikan dan dilatih sejak bayi masih sangat kecil agar saat ia mulai belajar berdiri dan berjalan nantinya, kekuatan kakinya telah terlatih.

Tahapan Perkembangan Kaki Bayi

Pexels/rawpixel

Perkembangan kekuatan kaki dimulai lebih lambat ketimbang perkembangan lengan dan tubuh bagian atas. Otot-otot kaki bayi baru lahir masih dalam tahap awal perkembangan sehingga terlihat sangat kaku. Bayi pun belum dapat mengendalikan gerakan kakinya pada tahap ini. 

Seiring dengan perkembangan fisik, didukung dengan sentuhan dan latihan-latihan ringan dari Mama, otot-otot kakinya akan semakin kuat. Untuk itu, penting bagi orangtua untuk memahami dan melatih bayi melenturkan otot-otot kakinya menjelang milestone berdiri dan berjalan. 

Memasuki usia 6 bulan, ia akan menggunakan kaki dan tangannya untuk merangkak. Pada tahapan ini, ia akan meregangkan, melenturkan dan memperkuat otot-ototnya untuk mendorong tubuhnya ke depan. 

Sekitar usia 8 bulan, dengan berpegang pada tangan Mama atau pada benda untuk menopang tubuhnya, ia akan belajar berdiri. Pada titik ini, kakinya telah cukup kuat menahan berat badan dan menstabilkan dirinya. 

Di usia 11-12 bulan, Jagoan Kecil Mama mulai melangkah kecil untuk berjalan atau pun sekadar menggerakkan tubuh. 

Agar kekuatan kaki Si Kecil semakin bertambah dari hari ke hari, Mama bisa mengajaknya berlatih dengan aktivitas-aktivitas sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Berikut ini Popmama.com merangkum 3 aktivitas untuk meningkatkan kekuatan kaki bayi, dilansir dari firstcry.com:

1. Tummy time

Sydneywestphysio

Tummy time tidak hanya membantu mengembangkan otot tubuh bagian atas. Tetapi juga mendorong bayi menekuk kakinya dan mendorongnya bergerak maju. Dengan melakukan tummy time rutin, ia akan belajar merangkak dan berjalan lebih cepat.
 

2. Latihan kaki

freepik.com

Jika gerakan kaki bayi Mama terlihat sangat kaku, bantulah ia melemaskan sekaligus menguatkan ototnya lewat berbagai aktivitas latihan kaki. Tak perlu yang berat-berat kok, Ma. Kegiatan sederhana seperti memijat kaki, gerakan roller-coaster atau mengayuh seperti bersepeda yang lembut akan bermanfaat mendukung kekuatan kakinya. 
 

3. Aktivitas fisik sambil bermain

Freepik/Prostooleh

Mengajak bayi beraktivitas fisik di gym bayi akan jadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Selain menghibur, kegiatan gym bayi akan merangsang aktivitas ototnya. Jika tak ada kesempatan mengajaknya ke gym bayi, biarkan bayi bergerak bebas di ruangan terbuka di rumah. Tetapi ingat, selalu awasi pergerakannya dan jangan pernah membiarkan bayi sendirian ya, Ma. 

Tonggak perkembangan anak dapat dijadikan sebuah patokan. Namun ingat, perkembangan tiap anak berbeda-beda. Beberapa bayi bisa berdiri dan berjalan lebih cepat, tetapi sebagian lebih lambat. 

Jika Mama merasa adanya hal yang ganjil dalam perkembangan kaki anak, konsultasikan keresahan Mama pada dokter anak untuk mendiagnosis bila ada keterlambatan perkembangan. 

  • Perkembangan Bayi Usia 12 Bulan 1 Minggu: Kaki Kuat si Kecil
  • Telapak Kaki Datar pada Bayi, Perlukah Terapi Khusus?
  • Normalkah Telapak Kaki Mengarah ke Dalam pada Bayi yang Belajar Jalan?
Artikel Asli