Tabrak Pembatas Jalan Jembatan Merah Putih Pukul 3 Pagi, Mahasiswa Tewas

Kompas.com Dipublikasikan 11.24, 15/12/2019 • Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan sepeda motor yang menewaskan seorang mahasiswa di atas jembatan Merah Putih Ambon, Sabtu dinihari (15/12/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Seorang pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Bambang tewas setelah menabrak pembatas jalan diatas Jembatan Merah Putih, Ambon, Sabtu (15/12/2019).

Korban yang diketahui seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Ambon ini tewas mengenaskan setelah mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy mengatakan korban saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Poka, Kecamatan Teluk Ambon hendak menuju pusat kota sambil melintasi jembatan Merah Putih.

Baca juga: Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pembunuhan Seorang Pemuda di Ambon

Kecelakaan terjadi pukul 3 pagi

Namun nahas, saat melintas di lokasi kejadian sekira pukul 03.00 Wit dinihari, korban menabrak pembatas jalan hingga membuatnya oleng dan langsung terjatuh hingga terseret di atas jembatan tersebut.

“Setelah menabrak pembatas jalan korban langsung terseret bersama motornya kurang lebih 20 meter,” kata Julkisno kepada Kompas.com, Sabtu.

Menurut Julkisno polisi yang mengetahui insiden kecelakaan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis, namun karena terluka parah, nyawa korban tidak dapat tertolong.

“Sempat dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan ke rumah skait Bhayangkara korban meninggal dunia,” kata Julkisno.

Baca juga: Sistem Peringatan Dini Tsunami di Ambon Diresmikan

Korban dinilai lalai berkendara

Julkisno menambahkan dari olah tempat kejadian perkara yang dilakukan, kecelakaan tersebut terjadi karena korban lalai dalam mengendarai kendaraannya.

Setelah kejadian itu, pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga untuk memberitahukan kejadian tersbeut.

“Jasad korban sudah diambil keluarga, jadi korban kurang hati-hati saat mengendarai kendaraannya,” ujarnya. 

 

 

Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli