Tabrak Aturan Susi soal Lobster, Edhy Prabowo Disebut Menteri Sontoloyo

Suara.com Dipublikasikan 03.41, 11/12/2019 • Iwan Supriyatna
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Suara.com/Tyo)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyoroti kebijakan membuka ekspor benih lobster yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Ferdinand menilai kebijakan tersebut tidak tepat.

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Ia menyebut Edhy Prabowo sebagai menteri sontoloyo.

"Kebijakan sudah baik mau diubah tidak baik, dasar menteri sontoloyo," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Rabu (11/12/2019).

Kebijakan ekspor benih lobster dilarang para era kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya yakni Susi Pudjiastuti.

Sebab, harga jual lobster terbilang rendah selain itu berpotensi merusak alam hingga mengancam ekosistem lobster menuju kepunahan.

Ferdinand menyebut Edhy Prabowo perlu diruwat agar memahami mana hal yang baik dan buruk. Pasalnya, membuka keran ekspor benih lobster hanya akan merugikan Indonesia.

"Ini menteri @kkpgoid mungkin perlu diruwat biar tahu mana yang baik mana yang buruk, mana yang berguna mana yang tidak berguna," ungkapnya.

Untuk diketahui, Edhy Prabowo sedang mempertimbangkan untuk membuka keran ekspor benih lobster. Meski bertentangan dengan aturan, membuka keran ekspor diyakini oleh Edhy dapat meningkatkan nilai tambah budidaya lobster di level petambak.

Ferdinand Hutahaean mengkritisi kebijakan keran ekspor lobster (Twitter/ferdinandhaean2)
Artikel Asli