TNI: Ada Provokator yang Menyamar Jadi Siswa SMA Saat Demo di Wamena

kumparan Dipublikasikan 09.18, 23/09/2019 • Bumi Papua
Komandan Korem (Danrem) 172 PWY, Kolonel Binsar Sianipar saat diwawancara wartawan. (Foto Liza)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Aksi unjuk rasa yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, diwarnai kerusuhan, Senin (23/9). Massa aksi yang sebagian besar mengenakan seragam sekolah itu membakar sejumlah titik di Kota Wamena.

Menurut Komandan Resor Militer (Danrem) 172/PWY, Kolonel Binsar Sianipar, ada provokator yang sengaja mengenakan seragam sekolah menengah atas (SMA) untuk melakukan aksi unjuk rasa di Wamena.

"Anggota (TNI) di lapangan mengidentifikasi bahwa ada penggerak yang bukan anak SMA, tetapi menggunakan seragam SMA dan memprovokasi anak SMA untuk melakukan tindakan anarkis," kata Binsar, Senin (23/9).

Binsar mengatakan, akibat unjuk rasa anarkistis di Wamena ini, ribuan masyarakat mengungsi di Markas Kepolisian Resor Jayawijaya dan Komando Rayon Militer (Koramil) setempat.

"Ribuan mengungsi, tapi ada juga yang berjaga di tempat usahanya. Sebab, beredar informasi akan dibakar, meski sebagian besar sudah ada yang dibakar termasuk kantor bupati, awalnya hanya bagian belakang, tetapi karena angin cukup kencang sehingga merembet ke gedung utama," ujar Binsar.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes A.M. Kamal, mengatakan demonstrasi ini bermula saat siswa SMA PGRI Wamena yang berjumlah sekitar 200 orang mendatangi SMA Yapis untuk mengajak melakukan unjuk rasa. Namun, kedatangan rombongan siswa ini pun ditolak.

"Karena ditolak kemudian mereka bergeser ke sekolah lain dan melakukan pelemparan terhadap fasilitas umum, lalu bernegosiasi ke kantor bupati, tapi justru melakukan pembakaran," jelas Kamal.

Menurut Kamal, saat ini situasi di Wamena sudah mulai kondusif. Anggota kepolisian di lapangan juga masih melakukan pendataan jumlah korban dan kerugian materiel akibat unjuk rasa anarkistis ini.(Liza)

Artikel Asli