TKA China Jadi Trending Topic, Dipicu WNA 6 Jam Sembunyi di Kolong Bus

Trending Now! Dipublikasikan 04.42, 26/05

Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok tengah menjadi topik perbincangan yang hangat di media sosial pada pagi hari ini, Selasa (26/5). Tren ini dipicu oleh berita yang beredar bahwa seorang TKA asal China Tiongkok gambek di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, lalu masuk ke kolong bus dan tak mau kelur selama enam jam.

Baek kali lah Kelen sama TKA china itu. Hmmm. https://t.co/cmBWRq5Hdc

— Presiden Kopi. (@PresidenKopi) May 25, 2020

Sebelumnya, TKA itu hendak dipulangkan ke negara asalnya bersama 146 TKA lainnya yang bekerja di sebuah pabrik semen, di Jember. Namun setibanya di Bandara Banyuwangi, TKA tersebut mengamuk lantaran tidak ingin dipulangkan, hingga akhirnya sembunyi di kolong bis yang mengangkutnya.

Polisi pun segera turun tangan untuk membujuknya keluar namun terhalang kesulitan bahasa, walhasil petugas pun menggunakan Google translate untuk mengatasi kendala tersebut. 

"Mr'Cui mari keluar dari kolong bus, saya Polisi Indonesia. Kami akan melindungi anda," ujar Kapolsek Rogojampi Kompol Agung Setyo Budi membujuk TKA tersebut.

Akhirnya setelah 6 jam bernegosiasi, TKA itu keluar sendiri dari persembunyiannya. Menurut kabar yang beredar, pria itu mengalami depresi yang memicu tindakannya itu. Setelah keluar dari kolong bis, ia diberi pertolongan lantaran merasa sakit karena terluka bersembunyi dalam polisi merebah tanpa alas dalam waktu yang lama.

TKA China WNI
Konon Depresi Depresi
Disayang Ditendang
Dielus elus Dijorokin pic.twitter.com/emY4ZfvWRO

— Bandit Merah Putih (@EnggalPMT) May 26, 2020

Melihat kabar itu, tidak sedikit netizen yang mengomentari mengapa polisi memberikan waktu selama itu untuk membujuknya keluar. Ada juga warganet yang membandingkan perlakuan petugas yang halus terhadap TKA tersebut, namun mengasari warga negara sendiri.

Perlu diketahui bahwa kepolisian RI juga wajib melindungi warga negara asing yang berada di wilayah Indonesia, baik dalam posisi yang tidak melanggar hukum (seperti yang dilakukan WNA tersebut) maupun jika ornag tersebut terlibat tindak pidana. 

Hal ini sebagaimana diatur dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia tahun 1948 yang kemudian ditetapkan dalam Deklarasi PBB tentang Non-Warga Negara pada tahun 1985, di mana semua manusia, terlepas dari kewarganegaraan atau kebangsaannya, berhak atas perlindungan terhadap hak asasinya.

Perlindungan ini berlaku dua arah alias bersifat timbal balik, contohnya pemerintah Tiongkok melindungi WNI yang sedang berada di dataran Tiongkok, dan juga sebaliknya pemerintah RI wajib melindungi WN China yang berada di tanah air. Hal tersebut berlaku baik seorang warga negara asing memiliki dokumentasi perizinan yang lengkap ataupun tidak.

Perlu diketahui juga bahwa per 2020, terdapat sebanyak 35 ribu TKA asal Tiongkok yang ada di Indonesia. Namun jumlah TKI yang bekerja di dataran Tiongkok lebih banyak, ada lebih dari 100 ribu WNI yang bekerja di Tiongkok (termasuk 63 ribu di Hong Kong). 

Sementara itu soal WNI yang disebut akun @EnggalPMT dikasari tersebut adalah peristiwa yang terjadi di Desa Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (23/5). Brigadir R dn Brigadir E yang terlibat dalam video viral itu mengaku dimaki dan diserang oleh R yang menderita gangguan jiwa. 

Kedua petugas itu kini ditahan oleh Tim Propam Polres Aceh Timur atas dugaan pelanggaran etik karena pemukulan tersebut.  “Itu tindakan yang tidak dibenarkan, mereka melanggar kode etik Polri," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro. 

Eko menyatakan, apapun alasan pemukulan itu tidak bisa dibenarkan karena anggota Polri harus patuh pada kode etik. "Juga memiliki kesabaran berlebih," ujar Eko. Penjelasan selengkapnya cek DI SINI