Susi Pudjiastuti: Kini Tak Ada Sama Sekali Penerbangan Susi Air...

Kompas.com Dipublikasikan 23.05, 05/06 • Mutia Fauzia
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Susi Pudjiastuti di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha sekaligus Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap bisnis maskapai perintisnya, Susi Air.

Susi mengatakan pembatasan dan penutupan akses bandara di hampir seluruh wilayah di Indonesia membuatnya harus menutup operasional maskapai tersebut.

Akibatnya, semua penerbangan Susi Air pun dihentikan.

Baca juga: Luhut: Kesalahan Kami Berpuluh-puluh Tahun Jangan Terjadi Lagi…

"Dari 180 penerbangan sehari, kini tidak ada sama sekali (penerbangan Susi AIr). Saya harus melakukan restrukturisasi pegawai, memikirkan biaya setiap pekan, setiap bulan," ujar Susi dalam video conference, Jumat (5/6/2020).

Dirinya pun menceritakan, awalnya di bulan Januari hingga Februari telah berencana untuk melakukan ekspansi bisnis. Kala itu, Susi Air membuka lowongan untuk 200 orang.

Namun ternyata, iklim bisnis berubah sangat cepat akibat pandemi. Susi yang kala itu masih di Jakarta pun memutuskan untuk kembali ke Pangandaran.

"Dan saya mulai melihat dunia usaha yang mulai berguguran, saya pun mengisi waktu untuk membaca, mendengarkan, iklim usaha sudah kolaps. Di April, (pesawat) di setiap bandara mulai tidak bisa terbang kemana-mana, hingga akhirnya Jakarta berhenti sama sekali," ujarnya.

Baca juga: BPKH: Dana Haji yang Disetor Aman, Rekening Dijamin LPS

Sebelumnya, melalui akun Twitternya Susi juga sempat mengungkapkan terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.

Pernyataan ini dia lontarkan menanggapi PHK sejumlah pilot, salah satunya adalah maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Namun demikian, Susi tak mengungkap berapa banyak karyawan Susi Air yang terkena PHK.

Baca juga: Di Depan Ratusan Milenial, Luhut Klaim Ekonomi RI Dipuji Bank Dunia

"Kami pun sama harus merumahkan & mem PHK karyawan.. karena situasi memang tidak memungkinkan," tulis Susi Pudjiastuti dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (4/6/2020).

Susi beralasan, PHK harus dilakukan karena 99 persen penerbangan Susi Air dihentikan akibat pandemi Covid-19. Hanya tersisa 1 persen untuk penerbangan perintis yang mulai beroperasi minggu ini.

"Susi air hampir 99 persen penerbangannya pun berhenti. Semua terkena dampak. Sebagian ya," ungkap Susi.

Baca juga: Pengakuan Susi Pudjiastuti: Susi Air Harus PHK Karyawan Akibat Pandemi

Penulis: Mutia FauziaEditor: Yoga Sukmana

Artikel Asli