Survei membuktikan, konsumen Indonesia semakin pesimistis pada Juni 2020

Kontan.co.id Dipublikasikan 03.50, 04/07 • Bidara Pink

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumen terlihat semakin pesimistis pada bulan Juni 2020. Berdasarkan riset Danareksa Research Institute (DRI), Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan lalu tercatat sebesar 72,6 atau turun 3,6% mom dari bulan sebelumnya yang sebesar 75,3.

"IKK ini berada di level terendah bahkan sejak Juli 2008 dan menunjukkan kalau dampak Covid-19 sangat masif terhadap optimisme konsumen," kata Head of Economic Research DRI Moekti P. Soejachmoen dalam keterangan resmi terkait optimisme konsumen yang diterima Kontan.co.id, Jumat (3/7). 

Baca Juga: Gugus Tugas apresiasi Unilever putus mata rantai Covid-19 di area pabrik

Penurunan optimisme konsumen dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat  ini yang semakin tajam, 10,7% mom menjadi 36,8 dan penurunan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang bergerak turun 1,4% mom ke 99,5. 

Penurunan IKE saat ini, menunjukkan kalau konsumen nampak semakin memberikan pandangan negatif terhadap kondisi perekonomian terkini, terutama kondisi lapangan pekerjaan.

Dalam survei tersebut, konsumen yang menganggap kondisi perekonomian di level baik tercatat hanya 4,1%. Jumlah ini berkurang 1,6% dari survei sebelumnya. Sementara 19,1% masyarakat menganggap bahwa kondisi ekonomi saat ini normal.

Hanya saja, proporsi konsumen yang menganggap kondisi perekonomian saat ini di level buruk, meningkat dari 73,1% menjadi 76,8%. Para konsumen menganggap, kalau dampak Covid-19 benar-benar dirasakan oleh mereka. 

Baca Juga: Belum buka fasilitas secara penuh, industri perhotelan baru tumbuh 10%

"Ini bahkan tercermin dari April 2020, di mana IKK terus turun. Itu berarti, di tahun 2020, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi turun 57% ytd dan merupakan penurunan terbesar dalam sejarah kondisi indeks nasional," tambah Moekti. 

Sementara itu, setelah sempat meningkat ke level 100,9 pada bulan lalu, IEK nampak bergerak ke zona pesimistis. Penurunan IEK didorong oleh penurunan proporsi konsumen yang percaya kalau pendapatan rumah tangga akan naik pada 6 bulan ke depan. Ini terlihat dari indeksnya yang tergerus 5,9% ke 77,9. 

Akan tetapi, dari survei ini terlihat kalau konsumen nampak menaruh harapan terhadap pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah mulai dilakukan oleh pemerintah. 

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Jumat (3/7): 60.695 kasus, 27.568 sembuh, 3.036 meninggal

"Selain itu, konsumen juga terlihat lebih optimis pada prospek kondisi lapangan pekerjaan enam bulan ke depan dan kondisi perekonomian. Ini juga dipicu oleh pemerintah yang mulai memberikan stimulus untuk mengurangi dampak Covid-19," tandas Moekti. 

Artikel Asli