Surabaya Zona Hitam, Pemain Persebaya: Cepat Pergi Corona!

Liputan6.com Diupdate 07.34, 03/06 • Dipublikasikan 07.34, 03/06 • Cakrayuri Nuralam
(Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Tugu Pahlawan Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Liputan6.com, Surabaya - Surabaya zona hitam dalam peta penyebaran virus corona covid-19 di Jawa Timur. Hal ini membuat sedih dua pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya dan Rachmat Irianto.

Tercatat, data terupdate dapa Selasa (2/6/2020) malam, kasus virus corona covid-19 di Surabaya mencapai 2.748. Hal tersebut membuat Surabaya zona hitam.

Kasus virus corona di Surabaya lebih banyak dari daerah lain di Jawa Timur, seperti wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan 683 kasus dan Kabupaten Gresik 183 kasus. Di peta pesebaran, terdapat 38 kabupaten dan kota yang berwarna merah.

Kondisi Surabaya zona hitam pun membuat Irfan Jaya sedih. Pemain Timnas Indonesia itu berharap covid-19 segera angkat kaki dari ibu kota Jawa Timur.

"Semoga Surabaya bisa terbebas dari Corona. Sebab, saya sudah rindu atmosfer GBT (Gelora Bung Tomo, stadion yang menjadi markas Persebaya)," kata Irfan Jaya di halaman resmi klub.

 

Kesedihan Rachmat Irianto

Striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, memeluk bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Persija kalah 1-2 dari Persebaya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Kesedihan juga dirasakan pemain muda Persebaya, Rachmat Irianto. Padahal, Surabaya baru saja merayakan hari ulang tahu yang ke-727.

"Di hari ulang tahunnya, semoga Surabaya menjadi kota terbaik, semoga juga Corona segera pergi dari Surabaya dan Indonesia pada umumnya," ucap pemain asli Surabaya tersebut.

Pemuda yang akrab disapa Rian tersebut mengharumkan nama Surabaya dengan menjadi langganan timnas di berbagai jenjang usia. Medali perak SEA Games 2019 menjadi salah satu torehan membanggakan dari putra legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro tersebut.

 

Kasus di Jawa Timur

Hingga Selasa malam, kasus Covid-19 di Jawa Timur bertambah 194 kasus, atau total menjadi 5.132 kasus. Tambahan 194 kasus berasal dari Surabaya 115 kasus, Sidoarjo 19 kasus, Bangkalan dan Sampang masing-masing 11 kasus, Lamongan, Tuban, dan Pamekasan masing-masing tujuh kasus, Gresik dan Kabupaten Kediri masing-masing lima kasus, Kabupaten Mojokerto tiga kasus, serta Kabupaten Pasuruan dan Jember masing-masing dua kasus.

Pasien sembuh bertambah 100 orang atau totalnya menjadi 799 kasus. Sedangkan pasien meninggal bertambah 11 pasien atau menjadi 429 pasien. Total Orang Dalam Pantauan (ODP) mencapai 24.923 orang dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) 6.754 pasien.

Artikel Asli